About

Warung Fiksi (Wufi) is a professional organization of creative writing. It produces the works and stories that set in Indonesia. That’s why this blog, WarungFiksi.net a.k.a. WufiNet (formerly there), becomes a place where everybody can share the experience about Indonesian cultures, natures, and creatures. There are plenty things can be dug of Indonesia. Did you know that:

  • The komodo monster, world largest carnivore lizard that frequently exposed by Hollywood cineastes, is Indonesian native dragon.
  • Indonesian jungle is occupied by the pygmy tarsiers, the smallest primate in the world. Its size is as tiny as a mouse.
  • Deep in the Indonesian forest, Titan Arum and Rafflesia arnoldii, two species of biggest flower in this planet, grow.
  • Borobudur in Central Java is the greatest Buddhist temple in the world.
  • Indonesia has about 17,500 islands with 300 ethnics inside whose people speak in 750 local languages. Each of them keeps its sceneries, cultural mysteries, and political intrigues.
  • And many other interesting facts behind Indonesia.

But beside talks about culture, nature and creature of Indonesia, Wufi analyzes some of Indonesian fictions, the trends, and things related with motivation of writing. Brief, through this blog Wufi is making a resource for writers like itself. Here are men behind Warung Fiksi:

BrahmBrahmanto Anindito is a Communication Studies scholar of Airlangga University. Some media have published his articles and fictions, e.g. Intisari, Hai, Cinemags, Mossaik, Clea, Surya, Bangka Pos, Padang Ekspres, Jawa Pos, Nurul Hayat, etc. Brahm has nationally published thriller novels too, i.e Semanyun Senyuman Mahasiswa (Lulu), Pemuja Oksigen (Jaring Pena), Satin Merah (GagasMedia), Rahasia Sunyi (GagasMedia), and Tiga Sandera Terakhir (Noura Books). In 2002, Brahm won the first place of The Scientific Writing Competition for University Students held by Atma Jaya Catholic University, Jakarta. In 2003, Korean Embassy and Indonesian National Education Service picked him as third winner of The Essay Writing Competition about Korea. Then in 2009, Kompas chose him as first winner of The #IndonesiaUnite Blogger Competition. In 2012, Deutsche Welle invited and fully funded him to go to DW Global Media Forum in Bonn, Germany, as a blogger. Brahm was a journalist in a lifestyle magazine, an editor in a business magazine, a copywriter in an integrated marketing communication company,  and now is a freelance writer. You can also read his personal articles in his blog.

RoriMochammad Asrori is an alumnus of Indonesian Literature Study. He is first winner of The Short Story Writing Competition 2003 which held by State University of Surabaya, third winner of The Writing Contest of East Java’s Student 2004, first winner of The Essay Writing Contest and also second winner of The Poetry Writing Contest in Surabaya Anniversary 2005 event, additional winner of The Youth Theater Script’s Writing Competition 2008 which held by Taman Budaya Jatim. Several publisher and media have published his works, e.g. Widyawara, Sesasi, Gema, Surya, Kompas, Jawa Pos, Radar Surabaya, Radar Mojokerto, etc. He is now teaching Indonesian Language at a state high school. Rori’s published book is Pengarung Bahu (2010), Tiga Postur Kota (2015), dan Jam Beker di Kepala Laki-laki (2016).

IksanIhsan Maulana got a master degree in UIN Sunan Ampel Surabaya. He is a researcher and was an activist. Iksan is second winner of The Scientific Writing Competition 1999 which held by Islamic-school Bata-bata, second winner of The Pamekasan Scientific Writing Contest 2000, first winner of The Surabaya Scientific Writing Competition 2003, second nominee of The Ahmad Wahid Award 2005 which held by Freedom Institute, JIL and Forum Mahasiswa Ciputat. Held a Doctoral Degree, Iksan is now a university lecturer and entrepreneur.

.

RieRie Yanti is the bachelor of Padjadjaran University’s French Literature Study who has started writing since her childhood. She produced some short stories and poetries. Graduated from the university, Rie decided to be a writer. She loves writing about stuffs, animals and small things that happen in her life. In 2010, Rie have published her first novel, Satin Merah (GagasMedia). And in 2011, she published her short stories named Bukan Manusia (Lulu). You can also read her articles in her blog.

Hope you enjoy participating on WufiNet. See you around the blog!

229 thoughts on “About

  1. Muljo

    bagaimana kalau aku kirim tulisan ke sini dulu biar dikomen para pakar di sini sebelum dikirim ke media cetak, atau malah kalau redakturnya juga suka mampir and ikut baca di sini, malah ngga dimuat, ketahuan amatir he he he….

    Reply
  2. Brahmanto Anindito Post author

    Wah wah wah, tiap media punya standar berbeda lho. Jd saranku, langsung kirim aja ke media yg diincar. Nanti kan kalau ditolak ada catatan kecil. Pelajari dari catatan itu aja. Lalu kirim lg yg lbh sesuai dg kemauan mereka.

    Reply
  3. dian

    assalamu’alaikum…
    halo kakak2 wf(warung fiksi-red) hoho
    salam kenal
    tulisannya keren euy
    btw, bole usul teu di web ini diberi link lomba menulis
    hoho
    trims
    wassalamu’alaikum
    ^_^

    Reply
  4. Windri Arini

    salam,

    salam kenal mas brahm.

    senang sekali rasanya bisa mampir di wufi ini.
    saya juga senang sekali bisa ikut andil dalam bagian untaian Pemuja Oksigen mas Brahm.

    terus berkarya!!

    tabik!!
    windri

    Reply
  5. Windri Arini

    selamat pagi. saya berkunjung lagi…
    -sesuai permintaan mas Brahm :)))-

    Pemuja Oksigen sudah selesai edit, cover pun juga sudah di desain.
    kapan ada waktu mampir JePe?

    saya tunggu. Terima kasih.

    salam

    Reply
  6. Ainun M

    Salam buat tuan rumah warung fiksi,
    Dah hampir setahun menimba ilmu diblog ini, bermanfaat banget,
    thx mas Brahm dkk.

    Selama mengikuti dunia perfiksian (novel), aku sering lihat banyak sekali novel yg bagus, tapi setelah aku lihat tanggal cetakkan pertamanya, novel itu dah 4-5 tahun lalu dicetak, dan aku baru tahu kalau novel itu ternyata sudah lama lahir. Gak tahu aku yang kuper atau memang publikasi yang kurang terhadap novel-novel tersebut (kayaknya 99,9 % sih aku yang kuper). Nah, melihat konteks ini, bisa gak mas brahm menuliskan sebuah ulasan tentang strategi-strategi yang mungkin dilakukan untuk mempublikasikan sebuah novel, agar novel itu masyhur. Strategi yang biasa dilakukan oleh novelis-novelis sukses atau strategi yang biasa dilakukan oleh penerbit atau distributor besar. Misalnya launcing perdana, itu menjadi tanggung jawab siapa & bagaimana melakukannya, media ads dan sebagainya. Artinya seluk-beluk bagaimana biar sebuah novel itu bisa dikenal khalayak ramai, dan siapa yang wajib terlibat atas kesuksesan itu. duh, maaf yah panjang banget… 🙂

    Salam untuk semua, sukses selalu

    Reply
  7. Brahmanto Anindito Post author

    Wah, menimba ilmu kok diam2, Nun. Kan lbh enak diskusinya.

    Tp saran2mu mantap. Marketing. Selama ini memang di Wufi kebanyakan bahas proses kreatif. Lain kali marketingnya deh, karena marketing ini lbh menegangkan dan sulit dibandingkan produksinya sendiri. Di lain pihak, ia tak kalah mengasyikkannya.

    Trims!

    Reply
  8. Brahmanto Anindito Post author

    Iya nih, Ndi. Ya untungnya aku penulis profesional, jd per bulan msh ada pemasukan beberapa juta dari tulisan. Coba kalau ngandalin dari novel doang, wuah, nggak tahu deh.

    Reply
  9. andi

    iya,,,aq udh banyk nulis tp kayaknya ga layak di publish..hancur semua…mash belum terlatih..padahal kata temen2 aku “tukang tulis” tapi aq ga pede..amatiran yang berkabung karena prosa yang dibuat berkarat dan menyebabkan ngantuk..hmmm, oia, salam kenal ya,aq boleh kan sharing/minta pendapat ama yd udah pro…

    Reply
  10. Brahmanto Anindito Post author

    Kalau saranku sih singkat aja: teruslah nulis buat diterbitkan, tp cari jg pemasukan yg rutin (entah dari nulis atau lainnya). Ini akan menjaga skill penulisan kita agar ttp tajam, tp mulut jg ttp bisa makan enak 🙂

    Salam kenal jg ya.

    Reply
  11. Ainun M

    Halo mas brahm,
    Mohon izin ganggu lagi sedikit. masih penasaran sama perihal penerbitan. sering kita temui di dalam sebuah buku (novel) ada ucapan seperti setelah pengantar, ucapan terimakasih untuk orang-orang tercinta atau kata2 mutiara/semboyan hidup.

    Nah pertanyaannya, tulisan2 yang aku maksud di atas itu, dituliskan bersama-sama draft waktu akan di tawarkan ke penerbit atau nanti bersifat additional kalau tulisan seseorang sudah disetujui akan diterbitkan oleh penerbit…?

    Paham ya kira-kira mas Brahm maksud ainun? Oh iya, gak masalahkan kalau bertanya2 seperti ini lewat fasilitas guestbook ini?

    Salam

    Reply
  12. Brahmanto Anindito Post author

    Sebaiknya setelah setuju diterbitkan aja. Editor kan hanya tertarik pd ceritamu, dan nggak punya waktu buat baca2 yg selain itu. Jangankan editor, dosen pembimbing skripsi aja males baca hal2 yg suplementer gitu. Jd ingat dosenku dulu mewanti2, “Kalian nggak usah repot2 bikin ucapan terima kasih segala! Disetujui maju sidang aja belum tentu kok.”

    Kalau pengarang belum2 udah menyertakan halaman tambahan yg dikirim ke penerbit, itu sama aja dg aktris yg udah nyiapin pidato di atas podium Oscar, padahal dia dinominasikan aja belum (apalagi menang sampai diberi waktu berpidato di atas podium).

    Reply
  13. rini

    salam kenal..
    aku pernah liat ada lomba nulis novel yang batas akhirnya bulan september 2010 dan akan diumumkan awal tahun 2011. ajang ini juga bisa digunakan sebagai unjuk kebolehan bagi penulis pemula… apa benar? mohon detailnya ya?

    Reply
  14. aris

    oh iya, waktu itu wufi pernah ada artikel yang bahas search engine buat nyari info2 perfiksian kan? (kalo ga salah, saya lupa)

    dimana tuh?

    Reply
  15. Rie

    Mau-mau aja. Sekalian sama kawatnya, mau kujadiin behel. Kapan mau dikirim? *awas kalo minta bantuan nyi bawel itu atau aku takut2in sama hantu tanpa kepala*

    Reply
  16. Brahmanto Anindito Post author

    Bener tuh si Mbak Rie. Nggak ada yg ringan, Ris. Tp semua mudah dipahami kok, kan pakai bahasa sehari2. Aku sih merekomendasikan Pemuja Oksigen (hohoho). Tp kamu mending baca2 sinopsis/ulasan-nya masing2 dulu deh, mana yg sesuai seleramu.

    Reply
  17. Rie

    Betul, betul, betullll. Baca reviewnya di blogku. Hehehe.

    Brahm, aku nggak tega ngebiarin kamu sibuk gitu. Aku bantu deh. Lg nulis buat Wufinet nih. Moga2 bisa dua.

    Reply
  18. 'Ne

    salam..
    saya tahu blog ini dari Mbak Rie..
    wah ternyata ada yang semacam ini ya.. saya juga suka nulis dan belajar sambil ngeblog. apakah tulisan2 di WuFi itu kumpulan dari orang2 lain? thx..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *