To Discipline for Writing

Why write today what I can write tomorrow? A writer sometime just can’t escape this mental block. However, in order to sharpen your writing skill, it is crucial to keep on writing. In every field, such discipline is required. How to do that for writing activity?

  1. Set up a writing schedule. Determine how many hours a day you want to write and obey it every day.
  2. Set a target on the calendar. So you can watch your progress visibly.
  3. Make friend with other authors. Join some writer’s community if you want. So you can race them. And get “shame” when lose that race.

That’s all.

* * *

Tadinya, salah satu alasan saya menjadi penulis lepas adalah karena pekerjaan ini terbilang santai. Tidak perlu bangun subuh-subuh, mandi saat udara masih dingin, bermacet-macet menuju kantor, pulang malam, stres memikirkan deadline, dimarahi bos, menjaga perasaan klien, mengatur konflik dengan rekan-rekan kerja, dan seterusnya.

Tapi kemudian saya berpikir, apa bedanya yang seperti itu dengan pengangguran? Apa yang bisa ditunjukkan pada orang-orang kalau kita adalah penulis profesional, orang yang kerjanya memang menulis? Apa kalau mereka tidak menemukan cerpen atau karya kita di surat kabar atau buku, tinggal bilang “Belum rezekinya kali ya”?

Begitukah yang namanya penulis? Wah, sayang sekali kalau logika berpikirnya seperti itu.

Ingat tokoh Nining dalam Satin Merah? Dia seorang sastrawan yang supersibuk. Selain menulis buku, Nining juga membuat copywriting, dan kadang-kadang berbicara di seminar. Bisa dipastikan setiap hari dia menulis. Nining disiplin menulis.

Apakah dengan disiplin menulis, penghasilan Anda serta-merta bertambah? Tidak selalu. Namun disiplin membuat Anda bisa mengatur waktu dengan baik dan menyelesaikan tugas-tugas Anda tanpa merasa lelah.

Coba kalau kegiatan menulis Anda bergantung pada datangnya ide, inspirasi atau mood. Kalau “makhluk-makhluk” itu tidak hadir, mau apa? Paling-paling melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan penulisan. Atau lebih parah: menganggur. Menganggur 1-2 hari tidak masalah. Bagaimana kalau ide tidak datang selama satu tahun atau lebih?

Dan pikirkan bagaimana kalau saat inspirasi datang dan Anda mulai menulisnya, suami Anda mengajak berlibur? Atau anak Anda minta ditemani bermain? Atau seorang saudara yang sudah lama tidak bertemu tiba-tiba datang?

Permasalahan tentu berbeda bila Anda sejak awal memaksakan diri menulis. Cobalah menulis apa saja yang ada di benak. Teruslah menulis sampai waktu menulis Anda habis.

  1. Jadwalkan waktu menulis. Satu jam, dua jam, terserah. Tapi patuhi tiap hari.
  2. Rumuskan target di kalender. Supaya Anda bisa melihat jelas pencapaian Anda dari hari ke hari.
  3. Bergaullah dengan sesama pengarang. Dengan begini, Anda akan termotivasi untuk “saling mengalahkan” produktivitas dan prestasi masing-masing.

Lalu yang terakhir, jangan terapkan tips ini hanya untuk seminggu-dua minggu saja, hehehe. [photo: Blog.frankdamazio.com]

4 Replies to “To Discipline for Writing”

  1. Pingback: Kisah Inspiratif dari Seorang King (of Thriller) | WARUNG FIKSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.