Posts Tagged ‘ comic ’

Banyak Jalan untuk Merontokkan Writer’s Block

By: Brahmanto Anindito Pernahkah Anda mengalami kemacetan dalam menulis? Tidak ada ide meskipun mati-matian memikirkannya? Ingin membuka Word namun ujung-ujungnya malah ke Solitaire? Inilah beberapa gejala writer’s block. Siapapun pernah mengalaminya, termasuk penulis profesional. Writer’s block adalah fenomena hilangnya secara sementara kemampuan seorang penulis dalam memulai atau melanjutkan tulisannya. Tapi jangan terjebak dengan kata...

Read more »

Setelah Homeland, Quo Vadis Studiokasatmata?

By: Brahmanto Anindito Kemarin saya blogwalking, lalu nyasar ke Studiokasatmata.com. Sunyi senyap. Kondisi situs itu seperti rumah yang sudah lama ditinggalkan penghuninya. “Haloooo? Ada oraaang??” Masih sunyi. Hanya terdengar gaung dari suara saya sendiri. Iseng-iseng, saya masuk ke ruang News. Eh, kosong juga! Bahkan kalender yang dipajang masih tahun 2005. Saya tiba-tiba jadi merasa...

Read more »

Fiksi sebagai Alat Revolusi

By: Brahmanto Anindito Di siang yang cerah, kami mendapat pertanyaan menarik dari seorang pembaca Wufi (terima kasih, Nurul). Kalau tak salah tangkap, pertanyaannya begitu filosofis dan mendasar. Kata Nurul, “Saya hanya dan sempat terpikir, apa sumbangsih karya fiksi terhadap perubahan masyarakat (tentu saja ke arah yang lebih baik, ato revolusi)?” Alamaaaak, habis liburan disodori...

Read more »

Bonjour, Asterix!

Bonjour, Asterix!

Tiga dekade sudah Asterix menjadi yatim. Pada tahun 1977, “ayahnya” meninggal. Dialah penulis awal cerita serial Une Aventure d’Asterix le Gaulois atau Kisah Petualangan Asterix (selanjutnya saya sebut Asterix saja). Meskipun masih ada “ibu” yang tidak kalah berjasa dalam membesarkannya, tetap saja Asterix tak pernah sama sepeninggalan René Goscinny.

Read more »

SawungKampret, Sambil Tertawa Bicara Nasib Komik Indonesia

SawungKampret, Sambil Tertawa Bicara Nasib Komik Indonesia

Keanekaragaman yang dimiliki negeri kita sungguh merupakan sesuatu yang indah. Dan di sini, keindahan itu digambarkan dengan begitu menyentuh. Saya tidak sedang berdeklamasi. Saya sedang membicarakan SawungKampret, salah satu masterpiece perkomikan kita.

Read more »