Selfediting Checklist

Editing processPublishers prefer the neat manuscripts. So make sure you submit your best manuscript in neat. You need to read over and over again. Start to check the opening chapters, plot, characters, Dialogues, descriptions, narrations, sentences, paragraphs, ending, title, and tagline as well. Then send your manuscript to a publisher with chin up.

* * *

Penerbit lebih menyukai naskah-naskah yang rapi. Maka pastikan Anda mengirimkan naskah terbaik Anda dalam keadaan rapi kepada mereka. Tentu, supaya rapi, Anda perlu membaca berulang-ulang. Bahkan perlu menyewa jasa penulis profesional atau orang awam penulisan (tapi suka baca dan ahli di bidang tertentu) untuk membantu mengoreksi.

Tapi bagaimana bila Anda tidak sempat meminta tolong orang lain membaca naskah Anda? Wah, sayang sekali. Tapi itu bukanlah masalah besar. Anda bisa memeriksa naskah itu sendiri. Di bawah ini, sekadar saran saya tentang apa-apa yang perlu dicek agar naskah Anda rapi. Mulailah dari memeriksa:

  • Opening chapters. Apakah sudah cukup mengenalkan tokoh utama dan masalah yang sebentar lagi dihadapinya? Apakah kira-kira berhasil mengajak orang untuk membaca lebih dalam?
  • Plot. Apakah sudah mengalir lancar? Apa logikanya sudah konsisten? Juga, apakah sudah konsisten dengan sudut pandang yang dipilih? Maksudnya, kalau sejak awal pakai POV “aku”, ya jangan sampai secara ajaib bercerita tentang peristiwa ketika si “aku” tidak ada di sana.
  • Characters, terutama tokoh utamanya. Apakah sudah meyakinkan? Apa porsi kehadirannya sudah cukup banyak dan tepat? Apa ada kelebihan yang menonjol dibanding tokoh-tokoh lain? Sudah terbaca jelaskah tujuan hidupnya di cerita Anda?
  • Dialogues. Apakah sudah natural? Coba lisankan sendiri dialog-dialog itu, apakah terasa aneh? Atau sudah seperti percakapan riil manusia? Lalu, apakah dialog itu sesuai karakter masing-masing tokoh? Atau masih seragam semua seperti gaya bicara Anda sendiri (penulisnya)?
  • Descriptions & narrations. Apakah ada kalimat-kalimat yang panjang? Adakah deskripsi yang justru membuat alurnya terhambat? Misalnya, sedang seru-serunya menceritakan penjambretan di pasar, eh, ada deskripsi panjang tentang sejarah pasar itu, siapa donaturnya, siapa yang meletakkan batu pertama, buka-tutupnya jam berapa, dan berbagai detail yang sebenarnya bisa nanti saja Anda ceritakan.
  • Sentences. Apakah masih ada kesalahan ketik dalam kalimat-kalimat Anda? Apakah masih ada inkonsistensi? Misalnya Anda menyebut orang ketiga kadang-kadang “dia”, tapi kadang-kadang “ia”. Lalu, sebisa mungkin hindari kalimat pasif. Pembaca terbukti lebih cepat memahami kalimat aktif “Badrus menggosok hidungnya” daripada kalimat pasif “Hidung itu digosok oleh Badrus”. Asal tahu saja, kalimat aktif juga memudahkan penerjemahan ke dalam bahasa Inggris (siapa tahu Anda berorientasi go international terhadap karya-karya Anda).
  • Paragraphs. Apakah ada yang terlalu panjang? Saya menyarankan, maksimal enam kalimat dalam satu paragraf, supaya pembaca tidak mudah lelah membacanya. Meskipun sering juga, untuk kebutuhan layout, pihak penerbit/media menggabungkan kembali paragraf-paragraf itu supaya sesuai dengan keterbatasan ruang buku/media.
  • Ending. Sudahkah mengesankan? Memberi kejutan? Mudah mengiang-ngiang benak pembaca? Membuat pembaca tidak keberatan membaca ulang novel itu?
  • Title & tagline. Apakah cukup unik? Menarik? Membuat calon pembaca penasaran tapi benar-benar mewakili isi novel?

Setelah semua itu Anda anggap layak. Silakan mengirimkan naskah hebat itu ke penerbit dengan kepala tegak. Semoga beruntung! [photo from v3im.com]

2 comments for “Selfediting Checklist

  1. December 28, 2012 at 19:51

    Wah.. makasih banyak ilmu nya :)

    salam hangat..

  2. December 29, 2012 at 05:16

    Salam juga. Semoga bermanfaat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge