Sayembara Telaah Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2009

May 29, 2009
By Rie Yanti

Lomba Telaah Sastra DKJBy Rie Yanti Senjawan

Again, Jakarta Arts Council (DKJ) holds a contest, this time for literary study. Pick up one of the literatures which published on last 10 years in Indonesia, analyze that within at least 20 pages (1.5 spaces) of A4. Send it in five copies to DKJ before September 30, 2009. I guess DKJ’s contest is highest rank in literary domain here. The prize is 61.5 million of rupiah at total.

* * *

Dua tahun lalu, saya mengikuti Sayembara Kritik Sastra yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Saat itu, saya baru terjun ke dunia tulis dan masih blank mengenai dunia sastra, ditambah lagi tak satu pun tulisan saya yang pernah dipublikasikan. Namun saya nekat juga mengikuti lomba tersebut.

Motivasi pertama, iming-imingnya. Kalau tidak salah, waktu itu hadiah pertamanya berupa uang Rp 10.000.000. Motivasi kedua, cari nama. Siapa tahu ulasan saya tentang Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata bisa meluluhkan hati dan pikiran juri.

Maka, sebelum bersua tenggat pengiriman naskah, di minggu terakhir September itu lekas-lekas saya kirim naskahnya.

Beberapa hari menjelang berakhirnya tahun 2007, Pak Pos datang membawa amplop putih besar. Alamat yang tertera di sana ditujukan pada saya. Itu kiriman dari DKJ.

Jantung saya pun spontan berdebar. Buru-buru saya membuka amplop tersebut seraya menerka-nerka isinya. Dan …

Hanya sebuah buku, ternyata! Tanpa surat pemberitahuan apapun. Tentu, ini artinya saya tidak menang. Sebab kalau menang mustahil paketnya hanya seperti itu. Jujur, saya kecewa, apalagi tidak tahu alasan kenapa tidak menang. Tapi saya tahu diri kok, siapa sih saya.

Kiriman buku bertajuk Tamsil Zaman Citra, Bunga Rampai Pemenang Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2007 itu pun cukup menghibur saya. Karena itu adalah buku kumpulan karya pemenang, terdiri dari 10 naskah karya delapan pemenang (satu orang peserta boleh mengirimkan lebih dari dua naskah). Lumayanlah, buat dipelajari.

Nah, tahun ini, DKJ kembali menggelar sayembara. Bukan kritik sastra lagi, bukan pula lomba novel, melainkan telaah sastra. Baik, kita simak pengumuman yang saya cuplikkan dari situs DKJ.

Untuk merangsang kelahiran telaah sastra, DKJ menyelenggarakan kembali sayembara telaah sastra. Mengambil tema “Kepengrajinan (craftsmanship) dalam Sastra Indonesia Mutakhir”, sayembara telaah sastra kali ini mengajukan sejumlah pertanyaan pemancing:

Bagaimana pencapaian sastra kita dalam 10 tahun terakhir? Bagaimana kecakapan mengolah gagasan di kalangan penulis sastra mutakhir kita? Apakah kecakapan ini hadir secara konsisten atau hanya kebetulan? Bagaimana kecakapan ini membedakan mereka dari pendahulu mereka? Bagaimana percobaan bentuk-bentuk baru berkelindan dengan muatan lokal yang ada? Bagaimana pula para penulis sastra terkini memandang para pendahulu mereka dari khasanah nusantara dan dunia? Terobosan apa saja yang mereka lakukan?

Syarat dan ketentuannya sebagai berikut:

  • Telaah harus karya asli, bukan terjemahan, saduran, atau jiplakan.
  • Buku-buku sastra yang ditelaah adalah yang terbit dalam 10 tahun terakhir (1998—saat ini).
  • Telaah harus membahas satu karya sastra (buku tunggal atau bagian dari bunga rampai).
  • Belum pernah dipublikasikan atau dipresentasikan di media atau forum mana pun.
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
  • Tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara serupa.
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah telaah. Panjang telaah paling sedikit 20 halaman A4, 1,5 spasi, Times New Roman 12.
  • Naskah hanya berisi judul dan isi telaah. Biodata peserta ditulis di lembar terpisah.
  • Lima salinan telaah dan biodata peserta dikirim ke:

Panitia Sayembara Telaah Sastra DKJ 2009
Dewan Kesenian Jakarta
Kompleks Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta 10330

  • Deadline 30 September 2009 (stempel pos atau diantar langsung).
  • Para pemenang akan diumumkan di Taman Ismail Marzuki pada akhir Desember 2009.
  • Karya para pemenang akan dibukukan.
  • Sayembara tertutup untuk anggota DKJ periode 2006—2009.
  • Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat dan tidak ada surat-menyurat.
  • Pajak ditanggung pemenang.
    Hadiah: Juara I Rp 20.0000.000, Juara II Rp 15.000.000, Juara III Rp 12.500.000, dan Tujuh Besar Rp 2.000.000.
  • Kriteria Penjurian: ketajaman dalam menggali kepengrajinan karya, telaah yang inspiratif dan orisinal, argumentasi yang meyakinkan, keberanian menafsir dan kesegaran perspektif.

Bagaimana? Tertarik ikutan?

Setahu saya, telaah sastra kurang lebih sama dengan kritik sastra. Isinya membahas sebuah karya sastra dari satu atau lebih sudut. Dulu sewaktu ikut sayembara kritik sastra, saya sendiri tidak tahu bagaimana bentuknya, apa isinya. Tapi, seorang teman memberitahu kalau kritik sastra mirip resensi. Hanya, isi kritik sastra lebih spesifik dibanding resensi buku.

Hmm, Anda punya pendapat lain? Atau mau meralat pendapat saya? Silakan.

Mau jajal ikutan sayembara tersebut bermodal nekat, boleh juga. Tapi sekadar mengingatkan, peserta lomba DKJ bukan hanya kalangan penulis pemula, melainkan juga para penulis senior. Maka bagi Anda yang pemula, diperlukan usaha yang lebih keras dan lebih serius. Nama boleh di belakang, tapi karya yang kita buat harus membawa nama kita ke garda depan.

Tags:

31 Responses to “ Sayembara Telaah Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2009 ”

  1. Brahmanto Anindito on June 1, 2009 at 9:26 am

    Kalau iming2nya segini, jelas yg berpartisipasi dari berbagai kelas. Persaingannya pun ketat. Yg rada memberatkan dari lomba2 DKJ, menurutku, hrs mengirim lima eksemplar itu lho.

    Busyet. Senjawan.

  2. rie on June 2, 2009 at 8:30 am

    Ada yg salah dgn namaku? Kenapa emang kalo Senjawan?

    Yups. Lima eksemplar. Minimal 20 hlm. pula. Berarti 100, ya? Hehehe, baru kepikir. Sayang kalo sampe nggak menang. Tp kalo mau mah, coba aja.

  3. [...] Sayembara Telaah Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2009 [...]

  4. pasha on June 3, 2009 at 6:07 pm

    Udah, ikutan aja. Apalagi rie yang udah punya ‘bocoran’ dari buku kiriman DKJ. Seandainya saya bisa, saya juga mau ikutan. Tapi bagaimana mungkin? Membaca buku-buku Pram aja udah bikin mumet, gimana mau bikin kritik sastra? Menyedihkannya orang seperti saya ini….

    Emang apa yang memberatkan sih? Bikin naskahnya atau meng-copy-nya jadi lima eks? Kalo ditimbang, naskah 100 halaman emang berat sih….

  5. Rie on June 6, 2009 at 8:26 am

    Aku emang pengen ikutan lagi, sih, Pasha. Tapi bingung bikinnya. Pengen ngambil dr buku, buku apa? Perasaan yg ini lbh susah drpd kritik sastra dua thn lalu itu. Atau akunya blm dpt pencerahan, ya? Pdhl skrg matahari bersinar anget, tuh.

    Hmm… Kamu udah pernah nimbang 100 hlm itu? Jadinya brp kilo?

  6. pasha on June 7, 2009 at 10:01 am

    Jadinya sekilo lebih Mbak…. Soalnya sering sih ngirim skrip via pos ^_^ Ambil aja dari bukunya Djenar atau Sekar. Sekalipun bikin saya eneg (soalnya saya ga suka sastra plus saya emang bego, sih), kayaknya buku2 itu populer.

  7. Rie on June 9, 2009 at 8:54 am

    Oya. Makasih, Pasha, buat usulnya. Eh, aku baru nyadar lho. Ternyata selain ngeband, kamu juga jualan kertas ya hehehe.

  8. pasha on June 10, 2009 at 10:25 am

    Ha? Bisa2nya nuduh saya nge-band. Kentut (sori nih) aja fals, gimana mau nyanyi? Main krecekan aja ga bisa, gimana mau main gitar? Jangan asal fitnah dong :D Apalagi nuduh saya jualan kertas, ga bener tuh! :D
    Ada lagi, selain dua nama di atas, kaya’nya buku barunya Sapardi (kalo ga salah nih) ato Negeri Senja-nya Seno boleh juga (kalo ga salah terbitnya tahun 2000an, jadi masih bisa). Jangan pake Andrea lagi. Soalnya pasti banyak yang pake dan bikin Mbak Rie jadi ga tampil beda, jadi bisa kalah lagi deh :(

  9. rie on June 12, 2009 at 11:30 am

    Lho, jd kamu bukan Pasha Ungu toh? Kirain…

    Sapardi ngeluarin buku apa? Kalo puisi, aku nggak bisa. Seno… nggak familiar, sih. Tp kayaknya oke juga tuh. Makasih, Pasha.

  10. x-oke on August 9, 2009 at 11:01 pm

    Kok gw pernah dapet info lomba ini buat guru bahasa Indonesia aja ya….

  11. rie on August 11, 2009 at 8:34 am

    Hah? Maksudnya kamu ngasih tau guru kamu soal event kayak gini? Ya baguslah, biar gurunya ikutan lomba. Guru kan tugasnya nggak cuma mengajar, tp juga ikut kegiatan2 lain buat nambah pengalaman.
    rie´s last blog ..Wanted! Travel Story for Miami Herald My ComLuv Profile

  12. aura pangesty al-fattah on September 3, 2009 at 7:38 am

    kalo yang ngikut penulis senior juga berarti sdikit ksempatan bwt pemula yang mau ngembangin karirnya di dunia menulis. apa gak da batasan?
    aura pangesty al-fattah´s last blog ..judul PKM-GT My ComLuv Profile

  13. rie on September 4, 2009 at 8:52 pm

    Yang lebih banyak ikutan, biasanya & mungkin, memang penulis2 senior. Aku nggak tau, ada perlakuan istimewa thd mereka atau gimana. Tapi pas Kritik Sastra DKJ 2007, ada juga sih yg pemula. Cuma satu, kalo nggak salah. Sisanya senior. Mustinya sih ada batasan dr segi pengalaman ya. Penulis pemula ikutan lomba kan buat cari pengalaman juga. Tapi nggak tau deh.
    rie´s last blog ..Jawa Pos Cartoon & Comic Contest My ComLuv Profile

  14. vandanz on September 6, 2009 at 2:20 am

    penulis senior adalah yang ditakutkan…..

    namun tolong dipandang juga penulis pemula..
    vandanz´s last blog ..ketty My ComLuv Profile

  15. adrian pristio on November 3, 2009 at 12:49 pm

    Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap Lomba Telaah Sastra DKJ 2009? Berapa naskah yang sudah masuk, hingga saat ini?

  16. rie on November 7, 2009 at 8:43 am

    Masyarakat mana nih? Kalo masyarakat mayor (yg nggak peduli sastra), otomatis nggak pedulilah. Kalo masyarakat sastra (para penulis), mungkin antusias dan berniat ikutan. Tp dulu temenku, dia biasa nulis di koran, malah nggak PD ikut lomba kayak gini. Krn dia tau yg ikutan pasti penulis2 senior.

    Wuah, kalo jumlah naskah yg masuk saya nggak tau. Saya di sini cuma ngasih info aja seputar lomba itu. Bukan panitia, apalagi jurinya.

  17. Nigar pandrianto on December 9, 2009 at 8:22 pm

    Ada yg tahu gak kapan tepatnya lomba ini diumumkan? Jurinya siapa ya kira2? Dua minggu lalu ketemu Seno GA, dia ngaku nggak jadi juri. Tapi siapa tau ikutan juga. Thanks atas infonya?

  18. Nigar pandrianto on December 9, 2009 at 8:25 pm

    O ya. Jadi inget. Dari info internet, tahun 2007, peserta ada 75, sdgk yg lolos scr administrasi ada 65 saja.

  19. rie on December 14, 2009 at 8:53 am

    Diumumkannya nggak tau kapan. Lupa lagi. Udah lama sih! Jurinya juga nggak tau siapa. Nggak ada di pengumuman (dan setahuku nggak pernah ada).
    rie´s last blog ..I Should Have Had Fun at Insulindepark My ComLuv Profile

  20. adrian pristio on December 15, 2009 at 8:45 am

    kalau gak salah ingat, pengumuman ditunda. Rencana semula akhir November, kemudian ditunda akhir Desember. Hal ini disebabkan, karena dead line semula, akhir September, diperpanjang menjadi akhir Oktober.

  21. Nigar pandrianto on December 28, 2009 at 10:27 pm

    Adakah ada yg tahu, apa kira2 lomba dkj berikutnya? Thanks ya temans..

  22. rie on December 31, 2009 at 9:22 am

    @adrian
    Selalu seperti itu: ditunda. Pas Kritik sastra juga ternyata deadline diundur. Tahu begitu kan saya bikin karya tulisnya bisa lebih maksimal.

    @nigar
    Mungkin novel. Eh, nggak tau deng. Coba aja buka web site DKJ.
    rie´s last blog ..Airport in Indonesia My ComLuv Profile

  23. Nigar pandrianto on January 5, 2010 at 9:08 pm

    @all: pengumuman lomba telaah sastra dl ternyata 15 januari ’09. Semoga teman2 yg mengikutinya mendapat kabar baik ya!

  24. rie on January 6, 2010 at 9:39 am

    Thx infonya ya…

  25. adrianpristio on January 15, 2010 at 8:53 am

    Nanti adalah Malam Anugerah Sayembara Telaah Sastra DKJ 2009, pukul 19.30-21.30. Ada yang sudah tahu, berapa naskah yang masuk, siapa para juaranya?

  26. rie on January 15, 2010 at 2:05 pm

    Aku nggak tau, aku nggak tau. Mungkin bisa dilihat di website-nya.

  27. adrianpristio on January 18, 2010 at 12:32 pm

    hehehehe…aku tahu, karena aku ‘kesangkut’ di dalamnya. Naskah yang masuk dalam Sayembara Telaah Sastra 2009 hampir seratus naskah.
    Juara I: Bramantio (dosen sastra Airlangga, Surabaya)
    Juara II: Tia Setiadi
    Juara III: Ridha al Qadri

    Selain itu, ada 4 unggulan, karya:
    01. Adrian Pristio, O.Carm
    02. Arif Hidayat
    03. Baban Banita
    04. Tjahjono Widijanto

  28. rie on January 18, 2010 at 3:12 pm

    Bramantio juara ketiga sama harapan waktu Kritik Sastra 2007 (kalo nggak salah, malas buka bukunya lagi hehehe). Tia Setiadi juga waktu itu jadi juara. Yang lainnya kayaknya baru tau namanya tuh. Kecuali Baban Banita.

    Anyway, selamat buat para juara… ^_^

  29. Nigar pandrianto on January 19, 2010 at 2:36 am

    Selamat mas adrian pristo! Kasih tau dong resepnya kita2 yg masih buta dalam telaah sastra.

  30. adrianpristio on January 19, 2010 at 9:42 am

    hehehehe….
    terus terang, saya juga masih belajar.
    Namun motivasi untuk mengikuti lomba telaah sastra tersebut sangat besar, karena hasil belajar saya akan segera dikoreksi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi tinggi dalam dunia sastra, yakni mereka yang bertindak sebagai juri.
    Saya belajar dari metode telaah A.Teuw. Polanya saya pelajari, kemudian saya terapkan. Karena ini merupakan yang pertama, saya juga belum tahu bagaimana memenuhi tuntutan penilaian. Tapi ternyata masih bisa masuk naskah unggulan.

  31. Nigar pandrianto on February 8, 2010 at 3:56 am

    Wah buku “dari zaman citra ke metafiksi-bunga rampai telaah sastra dkt” dah terbit tuh. Selamat kepada pemenang ya…

Leave a Reply

CommentLuv Enabled