<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menyongsong Era Teenlit Berbobot</title>
	<atom:link href="http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/</link>
	<description>copywriting &#124; ghostwriting &#124; scriptwriting &#124; about culture, nature and creature of Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 04:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: diannisa</title>
		<link>http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/comment-page-1/#comment-13312</link>
		<dc:creator>diannisa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 10:51:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=93#comment-13312</guid>
		<description>karena aku sendiri remaja,dan kebetulan juga menulis cerita bersambung yg genrenya teenlit, agak susah juga ngeliat masalah ini dengan objektif.:p
ya, kebanyakan teenlit yang aku pernah baca memang begitu. pilih satu tema: benci jadi cinta? atau cinta segitiga? hehehe
tapi nggak semuanya gitu.
ada juga beberapa teenlit yang pernah bikin aku mikir &#039;untung belinya yang ini&#039;. ya kaya DHPB itu. atau Let Go.nggak banyak memang, tapi cukup berkesan.
dan... nggak semua remaja jauh sama sastra.
meski suka teenlit, aku juga hobi baca novel yang rada berat, sebagian besar buku favorit adalah buku &#039;sastra&#039;. memang aku nggak bisa menilai buku-buku itu dengan.. yah, kaya kritikus sastra. cukup... bagus, i like it, dan merenungkan pelajaran-pelajaran yang ada di sana. salah satu yang aku suka adalah Sang Alkemis. dan yang agak spesial buatku adalah Kisah Dua Kota.
sebagai anak kecil (waktu pertama kali baca umurku masih 12 tahun)aku nggak begitu meresapi peristiwa Revolusi Perancis yang jadi benang merahnya.masih belum bisa memaknai semangat kebebasan kaya gitu. aku lebih tertarik sama penulisannya. narasi deskripsinya. novel itu menggambarkan lingkungan sosial dan budaya dimana cerita berlangsung. itu dia yang aku suka.apalagi kalau bener-bener &#039;nangkep&#039;, terjun langsung ke kehidupan sehari-hari.menang satu poin dari kebanyakan teenlit, yang kadang melewatkan bagian ini.dan tentunya, nilai moralnya juga lebih &#039;dapet&#039;.kalau yang ini, aku pakai contoh Para Priyayi.
tapi tetap saja, remaja suka dunia remaja. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>karena aku sendiri remaja,dan kebetulan juga menulis cerita bersambung yg genrenya teenlit, agak susah juga ngeliat masalah ini dengan objektif.:p<br />
ya, kebanyakan teenlit yang aku pernah baca memang begitu. pilih satu tema: benci jadi cinta? atau cinta segitiga? hehehe<br />
tapi nggak semuanya gitu.<br />
ada juga beberapa teenlit yang pernah bikin aku mikir &#8216;untung belinya yang ini&#8217;. ya kaya DHPB itu. atau Let Go.nggak banyak memang, tapi cukup berkesan.<br />
dan&#8230; nggak semua remaja jauh sama sastra.<br />
meski suka teenlit, aku juga hobi baca novel yang rada berat, sebagian besar buku favorit adalah buku &#8216;sastra&#8217;. memang aku nggak bisa menilai buku-buku itu dengan.. yah, kaya kritikus sastra. cukup&#8230; bagus, i like it, dan merenungkan pelajaran-pelajaran yang ada di sana. salah satu yang aku suka adalah Sang Alkemis. dan yang agak spesial buatku adalah Kisah Dua Kota.<br />
sebagai anak kecil (waktu pertama kali baca umurku masih 12 tahun)aku nggak begitu meresapi peristiwa Revolusi Perancis yang jadi benang merahnya.masih belum bisa memaknai semangat kebebasan kaya gitu. aku lebih tertarik sama penulisannya. narasi deskripsinya. novel itu menggambarkan lingkungan sosial dan budaya dimana cerita berlangsung. itu dia yang aku suka.apalagi kalau bener-bener &#8216;nangkep&#8217;, terjun langsung ke kehidupan sehari-hari.menang satu poin dari kebanyakan teenlit, yang kadang melewatkan bagian ini.dan tentunya, nilai moralnya juga lebih &#8216;dapet&#8217;.kalau yang ini, aku pakai contoh Para Priyayi.<br />
tapi tetap saja, remaja suka dunia remaja. <img src='http://warungfiksi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: okta</title>
		<link>http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/comment-page-1/#comment-13005</link>
		<dc:creator>okta</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 02:25:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=93#comment-13005</guid>
		<description>mauu nanya kirim tulisan aku gimana yaa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mauu nanya kirim tulisan aku gimana yaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: manshurzikri</title>
		<link>http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/comment-page-1/#comment-873</link>
		<dc:creator>manshurzikri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 03:15:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=93#comment-873</guid>
		<description>saya senang sekali dengan tulisan Anda. Ini merupakan suatu inisiatif yang perlu diapresiasi. Teenlit yang berbobot, saya menanti masa-masa itu datang. Semoga saja mimpi kita semua terwujud dengan kehadiran bahan bacaan yang berkualitas dan mendidik masyarakat untuk lebih maju dan berwibawa.

Salam dari saya,
Manshur Zikri,
Mahasiswa FISIP UI, 2009</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya senang sekali dengan tulisan Anda. Ini merupakan suatu inisiatif yang perlu diapresiasi. Teenlit yang berbobot, saya menanti masa-masa itu datang. Semoga saja mimpi kita semua terwujud dengan kehadiran bahan bacaan yang berkualitas dan mendidik masyarakat untuk lebih maju dan berwibawa.</p>
<p>Salam dari saya,<br />
Manshur Zikri,<br />
Mahasiswa FISIP UI, 2009</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arien</title>
		<link>http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/comment-page-1/#comment-1971</link>
		<dc:creator>arien</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 06:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=93#comment-1971</guid>
		<description>. bener tueh .


btw, lomba teenlitt 2009 kapan ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>. bener tueh .</p>
<p>btw, lomba teenlitt 2009 kapan ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pro teenlit</title>
		<link>http://warungfiksi.net/menyongsong-era-teenlit-berbobot/comment-page-1/#comment-872</link>
		<dc:creator>pro teenlit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 09:26:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=93#comment-872</guid>
		<description>kalo menurut saya ya....
emang menurut beberapa orang yang gak begitu suka ama yang namanya teenlit pasti bakalan nilai itu gak berbobot, dan begitu juga sebaliknya, orang yang udah jatuh cinta (termaksud saya) bakalan trus pro teenlit dan bakalan nganggap bahasa yang kelewat atau sama dengan nyastra sebagai bacaan yang gak berbobot juga (karena bikin pusing!)
lagian ada beberapa unsur yang bakalan &#039;kena&#039; kalo dibilang sebuah buku novel teenlit itu gk berbobot.
1. PENULIS
    sebuah buku gak bakaln ad kl gk ada pnlisx (itu hal biasa), dan kalo bukunya aja udah dibilang gak berbobot, berarti penulisnya juga dong!
2. REDAKSI / PENGEDIT NASKAH
    sebuah nskah yang udah jadi (menurut penulisnya) pasti bakalan dikirim dan bakalan dibaca oleh redaksi yang pastinya udah menjadi makanan sehari-harinya. dan kalo buku yang dianggapnya berbobot (dengan berbagai pertimbangan) pasti bakaln direstuin untuk diterbitin. dan kalo menurut orang lain itu gak berbobot, berarti, yang nyetujuinnya juga dong gak berbobot.
3. PENERBIT
    tentunya redaksi gak berdiri sendiri dong, dia juga punya yang namanya perusahaan/penerbit yang memperkerjakn mereka, dan kalo bukunya gak berbobot, sendirinya perusahaan/penerbit pasti juga sama kayak redaksi, GAK BERBOBOT.
4. PEMBACA / PASAR
    sebuah buku diterbitin pasti  karena ada yang suka. dan yang suka sama yang gak berbobot, berarti gak berbobot juga dong. Sedangkan teenlit itu hampir digemari oleh yang namanya remaja penerus bangsa, kalo bacaannya aja gak berbobot, mau jadi apa nieh bangsa!

saran saya, mulailah mencintai karya sastra yang diaplikasikan dengan cara berbeda (toh teenlit juga karya sastra kan? main yang namanya BAHASA, perasaan dan mengutamakan keindahan karya) dan untuk berbagai macam umur. bacalah bacaan yang sesuai umur anda, jangan mengusik keindahan masa remaja dengan mengatakan kesukaan (membaca teenlit) mereka sebagai bacaan yang gak berbobot!
TerImah kAsiH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurut saya ya&#8230;.<br />
emang menurut beberapa orang yang gak begitu suka ama yang namanya teenlit pasti bakalan nilai itu gak berbobot, dan begitu juga sebaliknya, orang yang udah jatuh cinta (termaksud saya) bakalan trus pro teenlit dan bakalan nganggap bahasa yang kelewat atau sama dengan nyastra sebagai bacaan yang gak berbobot juga (karena bikin pusing!)<br />
lagian ada beberapa unsur yang bakalan &#8216;kena&#8217; kalo dibilang sebuah buku novel teenlit itu gk berbobot.<br />
1. PENULIS<br />
    sebuah buku gak bakaln ad kl gk ada pnlisx (itu hal biasa), dan kalo bukunya aja udah dibilang gak berbobot, berarti penulisnya juga dong!<br />
2. REDAKSI / PENGEDIT NASKAH<br />
    sebuah nskah yang udah jadi (menurut penulisnya) pasti bakalan dikirim dan bakalan dibaca oleh redaksi yang pastinya udah menjadi makanan sehari-harinya. dan kalo buku yang dianggapnya berbobot (dengan berbagai pertimbangan) pasti bakaln direstuin untuk diterbitin. dan kalo menurut orang lain itu gak berbobot, berarti, yang nyetujuinnya juga dong gak berbobot.<br />
3. PENERBIT<br />
    tentunya redaksi gak berdiri sendiri dong, dia juga punya yang namanya perusahaan/penerbit yang memperkerjakn mereka, dan kalo bukunya gak berbobot, sendirinya perusahaan/penerbit pasti juga sama kayak redaksi, GAK BERBOBOT.<br />
4. PEMBACA / PASAR<br />
    sebuah buku diterbitin pasti  karena ada yang suka. dan yang suka sama yang gak berbobot, berarti gak berbobot juga dong. Sedangkan teenlit itu hampir digemari oleh yang namanya remaja penerus bangsa, kalo bacaannya aja gak berbobot, mau jadi apa nieh bangsa!</p>
<p>saran saya, mulailah mencintai karya sastra yang diaplikasikan dengan cara berbeda (toh teenlit juga karya sastra kan? main yang namanya BAHASA, perasaan dan mengutamakan keindahan karya) dan untuk berbagai macam umur. bacalah bacaan yang sesuai umur anda, jangan mengusik keindahan masa remaja dengan mengatakan kesukaan (membaca teenlit) mereka sebagai bacaan yang gak berbobot!<br />
TerImah kAsiH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

