Jualan Komik ala Wisnoe Lee
By: Brahmanto Anindito
Di jajaran komikus Indonesia, Wisnoe Lee (nama KTP-nya Wisnu Karyono) sudah punya nama. Entah mana yang lebih kondang, dia atau karyanya, Gibug n Oncom (GnO). Tapi menarik menyimak bagaimana kiat Wisnu membesarkan nama Gibug. Anda barangkali bisa menirunya.
“Jangan sia-siakan karakter komik Anda,” itulah pesan pertamanya pada saya. Terus bangun dan perbaiki, baik secara offline maupun online, karena kita tidak menjual komik belaka. Karakter adalah investasi. Ia bisa dikembangkan dalam berbagai produk bisnis: Komik cetak, komik online, komik seluler, animasi, merchandise, dll.
“Kalau sosialisasi karakter sukses, mau apa juga bisa. Dijual berupa paket sekian ratus juta ke pengusaha pun mungkin saja. Uang pensiun tuh. Dan orang akan tetap ingat bahwa komik itu buatan si komikus itu,” tandasnya.
Artinya, karakter pun bisa menjadi brand. Misalnya, karakter animasi plastis Wallace and Gromit yang dikontrak untuk menjadi model iklan keju dan mobil. Karakter-karakter komik Walt Disney bisa menjadi contoh raksasa dari pembangunan brand ini. Begitu juga Asterix yang berkali-kali telah dibuatkan film (animasi maupun nonanimasi) serta taman hiburan yang megah, Parc d’Asterix.

Jadi, “Jangan kaget kalau kelak GnO mendapat kesempatan untuk mengiklankan produk bajaj, citra Jakarta, dst.,” tukas Wisnu sembari tergelak. Namun Wisnu tidak sedang bercanda. Sejak awal, dia serius membangun Gibug-nya, walau itu brand indie.
Waktu itu di perkomikan nasional Wisnu adalah pemain baru. Tapi dia tergolong cepat mendapat tawaran penerbitan komik Gibug, memperoleh tawaran kerjasama komik seluler di bawah bendera Fun-dering.com, mendapat penghargaan Kosasih Award 2007, serta berbagai wawancara dengan media cetak dan televisi.
Semua itu, menurutnya, berkat komik online. Melalui komik online, karakter Gibug cepat dikenal dan komik versi underground-nya ludes. “Saya optimis sekali terhadap media sosialisasi internet. Sekarang, saya malah kedodoran sendiri mana yang harus saya mulai.”
Tapi pria yang sehari-harinya bekerja sebagai desainer grafis ini juga mewanti-wanti untuk mendaftarkan hak cipta karakter Anda terlebih dahulu. Karena jika karakter itu kelak menjadi besar, Anda benar-benar menjadi pemiliknya. Ini akan memperkecil kemungkinan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dari karakter tersebut.





hwaa… sebagai penggemar komik saia blm baca ini.
Blm pernah liat juga di Pati je (s_annoyed)
Bulan depan kalo ke Purwokerto, cari ah.
Kalo liat dari skrinsyut-nya sih cukup menjanjikan nih
Mau tanya nih, dia berapa taun ya dari mulai muncul karakter itu secara online, sampai terbit di pasaran, sampai bisa merebut kosasih award?
Trims, Pradna & Erick. Ini komik bisu, Prad. Tp lucu. Beli aja, jgn cuma cari, hehehe. Hitung2 bantu perkomikan Indonesia. Tp kyknya udah abis deh. Lihat2 aja dulu di situsnya, Gibug.com.
Tepatnya aku kurang tahu, RIck. Tp sejak 2004 Gibug udah dijual di Fun-Dering. Kyknya itu penampilan pertama karakter ini di depan publik (secara resmi).
salut ni, semoga semakin sukses.
Terima kasih udah mampir dan meninggalkan komentar, Ade.
Salut yah untuk penulis penulis yang mampu menembus batas imajinasi kita …
Thanks atas kunjungannya, Rindu. Semoga semakin banyak ya penulis2 seperti ini. Kamu juga. Tulisan2mu dibukukan, oke tuh. Eh, apa sudah?
Permisii, mau ngasi uber amazing blog buat blog ini. Silakan di cek di http://ericbdg.blogspot.com/2008/10/dapet-award-euy.html
Wuah, suatu kehormatan nih. Thanks, Ric!
keren!!!!!!!
Internet emang ajaib….
boleh ikut gbung g mas. ..