Intelligent? Creative? Or Innovative?

You're intelligent, creative or innovative writer?What do you prefer between the three? Intelligent people can absorb information and knowledge from any source. Creative people can see a new way of perceiving or reconfiguring data. Innovative people can implemate the creative ideas.

If you want to be an intelligent writer, grab some books, get a doctoral degree, make some researches, attend some symposiums, and so on. And if you want to be a creative or an innovative writer, one word: practice!

Often, a very intelligent individual is a poor creative thinker. Because they are smart enough to know the obvious solution, they might not bother to search for different and possibly better alternatives.

You just can’t be perfect in everything. So, are you an innovative writer, a creative writer, or an intelligent writer?

* * *

Manakah yang lebih membuat Anda bangga: disebut orang cerdas? Orang kreatif? Atau orang inovatif? Orang cerdas adalah mereka yang terampil menyerap informasi. Ketika Anda mampu mengambil ilmu pengetahuan dari buku atau suatu peristiwa, berarti Anda cerdas.

Orang yang kreatif adalah mereka yang mampu melihat hal yang sama tapi berpikir beda. Kreativitas menghasilkan perbedaan yang membuat peluang baru terbuka. Sementara itu, yang dimaksud dengan inovatif adalah kemampuan untuk menemukan nilai dari kreativitas.

Jika Anda menginginkan jadi orang cerdas, asahlah otak dengan belajar. Misalnya dengan kuliah sampai menyandang gelar profesor. Banyak-banyaklah membaca buku, media massa, menganalisis, meneliti, membuat laporan ilmiah, menghadiri simposium, dan aktivitas-aktivitas semacam itu.

Bila kreatif dan inovatif yang menjadi tujuan, berlatih adalah kata kuncinya. Tersedia beberapa metode untuk melatih dua kualitas itu, salah satunya lateral thinking.

Namun, perlu dipahami sebelumnya bahwa kreatif tidak selalu bergandengan arti dengan inovatif. Masih banyak yang menyamakan kata “kreativitas” dengan “inovasi”. Padahal keduanya jelas beda:

KREATIVITAS

INOVASI

Menciptakan ide baru

Konsep

Menghidupkan ide baru
Proses

Fokus

Hasil
Proses menghubungkan dua atau lebih konsep yang berbeda untuk melahirkan konsep baru

Definisi

Hasil dari kreativitas yang sudah diterima masyarakat atau bernilai ekonomis
Intrapersonal (tanpa orang lain pun bisa)

Mewujudkannya

Interpersonal (mutlak butuh orang lain)

Kalau saya analogkan dalam produksi karya fiksi, kepintaran berfungsi untuk mengembangkan cerita secara cerdas dan berwawasan. Kreativitas berfungsi untuk menciptakan alur, tokoh, atau konflik yang tidak pasaran. Sedangkan inovasi berfungsi untuk mengubah karya itu menjadi best seller atau box office.

Sampai detik ini, saya masih berpendapat menjadi inovatif lebih sulit daripada menjadi kreatif. Pasalnya, proses inovasi harus melewati berbagai hambatan, antara lain konsumen dan para produsen yang enggan berubah, faktor politik dan infrastruktur.

Upaya untuk menjelaskan konsep inovasi juga lebih rumit karena harus melibatkan strategi perusahaan (dalam contoh di atas penerbit atau PH), politik perusahaan, marketing, manajemen, dan sebagainya.

Bedah novel petualangan yang diadakan di atas kapal pesiar barangkali adalah ide sensasional. Dahsyat! Super! Luar biasa! Tapi ketika Anda tidak mampu meyakinkan penerbit atau pihak sponsor, ide kreatif itu gagal terimplementasikan, alias gagal menjadi inovatif. Makan tuh dahsyat, super, luar biasa!

Inovasi memang lebih kompleks dari kreativitas. Namun apakah itu berarti inovasi lebih penting? Tidak juga. Karena kreativitas dan kecerdasanlah yang menjadi cikal bakal inovasi.

11 Replies to “Intelligent? Creative? Or Innovative?”

  1. Brahmanto Anindito Post author

    Sama, Ris. Aku juga! Hehehe ….

    Rie, itu namanya nggak fokus. Kalau kamu blm sukses tp nggak fokus dg tujuanmu, orang menyebutmu “serakah”. Tp kalau kamu sudah sukses di satu bidang lalu mencoba nggak fokus dg tujuan awal, orang biasa menyebutmu “ekspansif”. Hahaha, bahasa selalu digunakan secara nggak adil.

    Reply
  2. marzuki mdaud

    enak deh bacanya asyiik kita bisa juga kreatif dan inovatif yang penting selalu mau mencoba sampai bisa trims. langsa 19 jan 2012

    Reply
  3. Pingback: 3 Things to Build Your Personal Library | WARUNG FIKSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge