Free Download

Fictions

 

5 Menit
Comic in Indonesian (file.pdf 1.75 MB)
Mendaki gunung membutuhkan waktu berminggu-minggu, jika kita memang hobi hiking. Mencari sekolah perlu berhari-hari, kalau kita tidak mau salah pilih. Bahkan untuk jalan-jalan saja, dibutuhkan waktu berjam-jam, ketika kita sedang stres. Lantas, apa yang dapat dilakukan seseorang dalam lima menit? Banyak, sebetulnya. Lima menit bukan waktu yang singkat. Dan kita tak perlu menjadi manusia super agar bisa melakukan hal-hal besar dalam waktu lima menit. Tidak percaya? Bacalah komik ini.

Wuflite
E-zine of fictions in Indonesian

  1. Pengecat Langit Malam (file.pdf 512 KB)
  2. Mawar Merah Darah (file.pdf 469 KB)
  3. Bus Kuning (file.pdf 590 KB)
  4. Demi Waktu (file.pdf 459 KB)

.


Facts

Writing Resource for Production (in English)

Writing Resource for Marketing (in English)

Wufi Calendar 2010
Calendar in English (file.jpg 4,502 KB)
Here we provide you an Indonesian calendar, in English. Did you know that Indonesia is influenced by Javanese, Islamic, Buddhism and Hindu calendar systems? See for yourself.

Take Shelter in Surabaya
Features in English (file.pdf 492 KB)
Surabaya is industrial city where you hardly find the tourism location. It was pretty high temperature there. So the Municipal Government and certain institutions have a common idea to develop some parks within. Some of them are Prestasi Park, ITS Forest, Bratang Flora Park and Bungkul Park. All is green, unpolluted, sportable, and wi-fi supported.

Indonesian Wide Screen Movies 2007 & 2008
Resume in English (file.gif 234 KB & .pdf 193 KB)
Setidaknya 48 film layar lebar dirilis tahun 2007 di Indonesia, dan 76 film di tahun 2008. Genre, rilis, penulis, sutradara, produser, produksi dan pemain dari film-film itu kami rangkum di sini. Anda mungkin akan menggunakan tabel ini sebagai pelengkap riset, mengamati tren perfiksian film bioskop, atau sekedar menghilangkan penasaran. Bisa juga di-print sebagai poster.

Para Pencari Fiksi
List in Indonesian (file.pdf 144 KB)
Sebagai penulis dan pembaca sejati, Anda pasti pernah mendengar sebagian besar dari nama-nama ini: Penerbit Akoer, Bentang Pustaka, Escaeva, GagasMedia, Gramedia Pustaka Utama, Hikmah, MataPena, Serambi. Tapi tahukah Anda bagaimana cara mengirim naskah atau menghubungi mereka? Naskah fiksi seperti apa yang mereka cari? Berapa lama mereka memutuskan sebuah karya akan terbit atau ditolak? Sistem pembayaran bagi penulis? E-book ini mencoba menjawab semua itu. Atau, Anda mau mengirim cerpen ke media cetak, namun tidak tahu alamat-alamatnya? Tak cuma alamat, di e-book ini terdapat pula keterangan yang berguna bagi proses pengiriman.

145 Responses to Free Download

  1. Brahmanto Anindito on December 22, 2008 at 08:51

    Rencananya sih per bulan rilis satu e-book. Tp tergantung kiriman jg sih. Di sini nantinya bukan cuma cerpen, novel atau komik. Kumpulan artikel nonfiksi atau resume jg bisa. Yg penting mendukung riset cerita (fiksi) bersetting Indonesia. Bulan Januari bakal ada e-book ttg taman2 di Sby (berbahasa Inggris), kali aja ada yg mau membangun adegan cerita bersetting Sby.

    Oh ya, cerpenmu msh nunggu yg lain utk ditayangkan. Soalnya nggak mungkin dong dua cerpen dijadikan e-book. Nanggung kan. Atau kalau mau e-book sendiri (kyk Rie Yanti) bisa langsung kirim 9 cerpen lg, Riez. Dijamin lbh cepet. ^_^ Trims.

  2. ariez on December 22, 2008 at 14:58

    oh begitu!!

    makasih

    trus gmn nih cerpen saya bagus ga?
    pengen tau pendapat orang lain!!

  3. Brahm on December 23, 2008 at 08:27

    Ya, begitu. Hehehe …. Cerpenmu bagus. Puitis, tp nggak lebay. Malah bernas dan kontemplatif. Cuma itu yg bisa kukatakan, soalnya terlalu pendek tuh cerpenmu.

  4. Kresna sophiana on December 25, 2008 at 09:09

    good, suksek untuk cerpen. maksih dah dikasih gratis……

  5. rie yanti on December 26, 2008 at 08:20

    Eh, adikku mampir ke sini, hehehe…
    Yo, sama2… Makasih juga bwt orderannya… ^_^

  6. ariez on December 27, 2008 at 21:30

    mba rie..
    cerpennya keren lo!

    klo boleh tau tema keseluruhan dari kumcer Bus Kuning apaan sih??

    masih ga ngudeng!

  7. Rie on December 30, 2008 at 09:43

    Makasih Ariez… ^_^

    Tema keseluruhan? Emangnya ga terdeteksi?

    Yah, kalo aku bocorin, ga seru donk! Kita maen tebak2an aja deh! Kalo kamu bisa jawab, aku kasih salam hangat, sehangat sinar matahari… Hehehe…

  8. ariez on December 31, 2008 at 18:04

    klo menrut sy…
    kayaknya dari semuanya nyinggung kenangan sama pasangan!!

    tapi ga tau juga sih!

    oh ya.
    selamat tahun baru islam 1430 H
    n tahun baru masehi 2009
    moga di tahun baru ini industri sastra semakin yahoood!
    amin!

  9. Rie on January 3, 2009 at 08:44

    Selamat, Ariez… Selamat Taun Baru 2009, maksudnya. Hehehe…

    Kamu mendapatkan 1/4 sinar matahari. Karena tebakannya blm tepat! Gpp ya… Lumayan, 1/4 juga bisa bikin anget…

    Tapi makasih loh udah mau main tebak2an ma saya… Kalo masih penasaran, silakan dibaca lagi kumcernya, hehehe…

    Eh, tapi jawabannya simpen sendiri aja, ga usah dibocorin di sini. Orang cuma perlu tahu kalo tulisan saya bagus. ^_-

  10. ariez on January 5, 2009 at 10:20

    sama2

    ya dah ga papa!!
    ok deh!!

    cepet bikin kumcer lagi ya!
    ntar

  11. rie on January 11, 2009 at 09:18

    Riez, saya lagi cuti bikin cerpen (walaupun waktu lihat “Bus Kuning” mangkal di sini saya pengen nulis cerpen lagi hehehe). Kamu bikin cerpen dong. Bikin kuncer trus kasih ke WufiNet buat dibikin ebook. Pasti saya baca.

  12. ariez on January 12, 2009 at 18:18

    OK mba…
    aku dah ngirim satu cerpen ke Wufi.. tinggal nunggu ja!

    tapi kalau kumcer insyaallah tar saya bikin!

    seneng loh dah da yang ngehargain kaya saya sebelum di buat!!
    makasih ya mba!!

  13. rie on January 16, 2009 at 15:18

    Sama2, Riez…
    Ya deh, saya tunggu…
    BTW, kamu berapa taun? Ko panggil saya ‘mbak’?

  14. ariez on January 23, 2009 at 08:06

    saya 17 tahun!!

    mungkin itu panggilan yang ga ngliat umur!!!
    jadi saya panggil mba aja deh!!

    maaf sebelumnya!!

  15. rie on January 23, 2009 at 09:26

    Hehe… gpp. Tadinya aku mau saranin kamu panggil aku ‘eyang’.
    Bener kok, panggil aja ‘mbak’. Panggil ‘rie’ juga gpp.

    Kamu msh 17 th? Wah, msh muda ya? Berarti jalannya msh panjaang…. bgt. Amin. Kalo mau jd penulis, mulailah nulis dr sekarang. Ceritain ttg masa mudamu. Biar nanti ada kenang2an. ^_^

  16. dusone on January 27, 2009 at 17:13

    sip
    sip

  17. ariez on February 7, 2009 at 21:23

    ternyata yang kluar e book yang non fiksi!!!

  18. Brahm on February 9, 2009 at 08:50

    Sabar, anak muda. Kurang satu cerpen (yg layak tayang) lg, baru muncul e-kumcer. Punyamu termasuk di dalamnya.

  19. IKIEN on February 15, 2009 at 06:34

    Au mo nyari bahan non fiction ni………!!!

  20. boyler on February 27, 2009 at 00:44

    kasi novel novelnya enny arrow dong

  21. haru on March 1, 2009 at 18:49

    jika bintang bersinar, kenapa bulan juga tampak terang?

  22. Brahmanto Anindito on March 2, 2009 at 12:56

    Buat Boyler: Maaf, kami hanya menyediakan e-novel buatan sendiri.

    Buat Haru: Maksudnya, Bos?

  23. rie on March 4, 2009 at 09:11

    Buat Haru: bintang bersinar, bulan juga terang soalnya bulan seneng ada yang nemenin dia malem-malem. emang enak sendirian? Kalo ada bintang-bintang, kan, langit malem jadi rame.

  24. ariez on March 6, 2009 at 18:37

    Buat Haru juga: hehehe si bulan kan datengnya sebulan sekali (kata cwe, maaf klo nyinggung)
    makannya si bulan keluar klo bintang pada terang

  25. Li3n on March 29, 2009 at 14:43

    mAkcih ya… OOOOOOm…….!!!

  26. Tata on March 30, 2009 at 16:04

    Makasih, mas..info tentang penerbitnya berguna banget. Btw, yg dimaksud dengan sistem royalti berstandar internasional itu apa ya? Kalo nggak keberatan, tolong diberikan penjelasan mengenai hal itu, sekalian tentang sistem royalti lainnya. Terima kasih.
    NB : via japri juga oke, mas.. (alamat emailnya yg di atas ya, mas)

  27. Brahmanto Anindito on March 30, 2009 at 17:06

    Itu Gagas ya yg ngomong gitu. Mbak Windy yg ngomong. Aku jg nggak ngerti maksudnya. Tp sepertinya, sistem berstandar internasional ya sama aja dg sistem penerbit lainnya (yg sehat) di Indonesia. Royalti para penerbit itu biasanya sekitar 10% dari harga jual (bandrol buku x eksemplar yg terjual).

  28. Tata on March 30, 2009 at 17:41

    oooo…oke, Mas Bram. Thanks banget buat infonya. Hmmm…kalo penerbit Terrant Books apa ada alamat contact-nya? Btw, berapa eksemplar sih yang dijadikan standar umum penerbit dalam satu kali cetakan?
    Thx.

  29. Brahmanto Anindito on March 31, 2009 at 08:27

    Terrant Books nggak punya datanya, Ta. Sori. Kalau kamu punya (suatu hari nanti), di-share dong. Jumlah eksemplar sekali cetak sih terserah kebijakan masing2 penerbit. Ada yg 3.000, ada yg 1.500, bahkan ada yg cuma 1.000. Tergantung siapa penulisnya jg, alias kebijakan subyektif penerbit. Kalau yakin bukunya laku keras (nama penulisnya menjual), mrk langsung cetak banyak. Gitu.

  30. tan on April 5, 2009 at 08:32

    infonya berguna banget…
    ikutan ngunduh ya! thanks…

  31. diva on April 8, 2009 at 16:42

    .^kak,gimana sich caranya ngirim cerpen and puisiku langsung ke penerbitnya?
    .^aku kasih saran and bantuannya,kak
    .^nie emailQ di2rius@yahoo.com

  32. ira on April 8, 2009 at 16:57

    minta alamat penerbit penerbit dong mas..trus, buat awal, tulisannya bisa di masukin kesini ya?? nanti biar dapet komen2 yang bagus, kan lumayan buat masukan.. gimana caranya ya mas??

  33. Nur Prasetya Nugraha on April 10, 2009 at 20:40

    assalamualaikum

    begini nih mas. saya punya satu mentahan novel, tapi saya bingung mau nerbitin dimana? sedangkan saya sekarang bukan di Indonesia. kalau mas berkenan, bisa minta alamat e-mailnya nggak? terima kasih sebelumnya ini.

    wassalamualaikum

  34. Brahmanto Anindito on April 11, 2009 at 15:50

    Wa’alaikum salam, Nur. Juga buat Diva. Ya tinggal kirim aja. Lewat pos, email, atau diantar langsung. Nggak usah ragu. Cuma, pastikan kamu udah memenuhi syarat2 yg mrk minta. Download beberapa kebijakan Penerbit (termasuk syarat2 dan alamat2nya) lwt link “Para Pencari Fiksi” di atas. Saran ini jg buat Ira.

    Kalau mau cerpennya dimuat di sini, boleh jg. Gampang. Asal udah jd cerpen lho. Kirim aja via attachment ke emailku, bhanto@yahoo.com.

  35. habibi on April 12, 2009 at 07:36

    wah, lumayan dapat bacaan gratis nih. maksaih.

  36. Ariez on April 28, 2009 at 08:53

    Hehe

    Cma nmpang say halo buat pnunggu warung yg ska ngnduh2

  37. Agus on May 28, 2009 at 20:27

    bolhe juga buat ngilangin bete… thanks ya..!

  38. ans on July 21, 2009 at 01:12

    makasih banyak atas info dan cerpen-cerpennya…

  39. njiita on August 13, 2009 at 15:04

    thank’s . berguna sekali . =D

  40. Gun on September 5, 2009 at 01:37

    Mas, file pdf para pencari fiksinya kok dipassword sih? :(

  41. Brahmanto Anindito on September 5, 2009 at 01:59

    Loh, salah kali. Nggak ada password2an kok. Namanya aja Free Download.

  42. Gun on September 5, 2009 at 09:52

    Suer mas, pas mau buka filenya diminta masukin password. Saya udah unduh berkali2 hasilnya tetep sama :(

    Linknya yang ini kan?

    http://warungfiksi.wordpress.com/files/2008/11/para-pencari-fiksi.pdf

    Ga isa :(

  43. Brahmanto Anindito on September 5, 2009 at 20:37

    Aneh. Coba kamu download file lainnya, apa dipassword juga? Kalau iya, coba deh upgrade reader di komputermu. Kalau pakai Adobe Reader, ambil aja di Adobe.com. Instal versi 7 ke atas. Terus buka pdf-nya lg.

  44. Gun on September 6, 2009 at 06:19

    Waah, bener juga. Begitu upgrade Pdf readernya jadi bisa baca. Horeee :D

    Makasih banyak mas. Maaf udah ngerepotin :)

  45. Ahmad mubarok on September 27, 2009 at 11:16

    Salam kenal…
    Aku suka baca karya tulis
    aku juga pngen menulis
    tp aku tak tau bgmna nulis
    mhon dibantu utk jd penulis

    utk semua yang tau menulis
    kalian bs bntu aku kan?
    Aku jg pngen kenal kalian
    Emailku
    mazthe_rock@yahoo.co.id

  46. Brahmanto Anindito on September 28, 2009 at 11:27

    Salam kenal, Ahmad Mubarok. Pengen nulis ya nulis aja. Kalau nggak bisa, tiru aja tulisan penulis idolamu. Jiplak! Asal hsl jiplakannya jangan diaku-aku atau dipublikasikan.

    Tahap berikutnya, modifikasi jiplakan itu dg kata2mu sendiri. Tahap lebih lanjut, jiplak ide orang, tp tulisannya (kata2nya) murni dari kamu. Dan tahap terakhir, ide dan tulisan semua murni dari kamu.

    Kalau sampai tahap terakhir itu, baru publikasikan tulisanmu. Yg paling mudah di blog sendiri dulu. Lalu blog komunitas. Lalu media2 atau lomba2. Nikmati aja prosesnya. Selamat mencoba ya!

  47. aiis on October 6, 2009 at 12:30

    .masmas.
    .aku pernah nyoba ngirim naskah genrenya teenlit.
    .tapi ditolak, alasannya pasar lagi nggak minat.
    .tros aku harus gimana??.
    .bole minta alamat penerbit2 nggak?.

  48. Brahmanto Anindito on October 6, 2009 at 16:05

    Berkarya terus. Karya yg lbh baik lagi. Alamat2, silakan download.

  49. ella on October 21, 2009 at 18:03

    hallo mas brahm…aku udah lama punya impian jadi penulis novel bahkan cerpen2 ku sudah bertumpukan dirumah…aku ingin mengirimnya tapi aku takut ditolak…bantu aku dunk apalagi almarhum ayahku dulu ingin sekali melihat aku jadi penulis aki ingin mewujudkan impian itu,kasi aku jurus jitu agar karyaku bisa diterima….

  50. Brahmanto Anindito on October 22, 2009 at 10:07

    Hi, Ella. Wow, jarang banget lho seorang ayah berharap anaknya jd penulis. Biasanya kan disuruh jd PNS, TNI, polisi, dokter atau insinyur.

    Eh, tp karyamu tuh apa? Kalau kumcer mending diecer deh, alias dikirim satu2 ke media (cetak). Krn sekarang jarang ada penerbit yg tertarik nerbitin kumcer, kecuali kamu udah punya nama besar di bidang sastra. Dari hsl ngobrol2ku dg pejabat salah satu penerbit, kumcer terbukti selalu kurang laku.

    Solusinya? Ya itu td, tulis cerpen buat koran atau majalah aja. Atau, tulis novel. Setelah itu kirim! Jangan takut ditolak (syukur2 kalau langsung diterima). Simak baik2 alasan mrk menolakmu, pelajari, perbaiki. Shg kamu jd makin sempurna setiap kali ditolak. Ingat kata bijak, “Badai pasti berlalu.” Yah, badai penolakan juga pasti berlalu. Aku nggak pernah lihat hujan yg nggak pernah berhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*