<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Empat Alasan Laskar Pelangi Seharusnya Mengalahkan Ayat-ayat Cinta</title>
	<atom:link href="http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/</link>
	<description>copywriting &#124; ghostwriting &#124; scriptwriting &#124; about culture, nature and creature of Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 04:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: linda</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-6008</link>
		<dc:creator>linda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 14:48:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-6008</guid>
		<description>persahabatan yang solid dan tulus...menyenangkan, sifat guru yang sebenarnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>persahabatan yang solid dan tulus&#8230;menyenangkan, sifat guru yang sebenarnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: linda</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-6007</link>
		<dc:creator>linda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 14:45:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-6007</guid>
		<description>pertama kali bisa nonton film berulang2 hampir 10 kali nonton, hal yang belum pernah terjadi dlm hidup:) dan dasyatnya kok gak bosen ya...??? selain tokohnya alami, dialognya juga sederhana tapi mengena, pesannya sampai, lucu+geli ngeliat ulah anak2nya. kalau novelnya, masih sering juga bolak balik novelnya en nemuin hal baru lagi, mungkin ini yang kata andrea banyak posibility, dalam satu bab aja banyak kejadian/peristiwa yang dapat membentuk cerita baru. karena itu jadi tidak membosankan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertama kali bisa nonton film berulang2 hampir 10 kali nonton, hal yang belum pernah terjadi dlm hidup:) dan dasyatnya kok gak bosen ya&#8230;??? selain tokohnya alami, dialognya juga sederhana tapi mengena, pesannya sampai, lucu+geli ngeliat ulah anak2nya. kalau novelnya, masih sering juga bolak balik novelnya en nemuin hal baru lagi, mungkin ini yang kata andrea banyak posibility, dalam satu bab aja banyak kejadian/peristiwa yang dapat membentuk cerita baru. karena itu jadi tidak membosankan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: linda</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-6006</link>
		<dc:creator>linda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 14:33:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-6006</guid>
		<description>saya sendiri hampir tak percaya bahwa telah hampir 10 kali menonton filmnya, hal yang seumur hidup tidak pernah saya lakukan karena saya berfikir menonton sama saja dengan membuang waktu, termasuk aadc, gie, titanic, ayat2cinta, kcb, semua hanya satu kali tonton. sangat alami baik dari fisik tokoh dan dialog, membumi, lucu, menghibur, memberi makna yang dalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sendiri hampir tak percaya bahwa telah hampir 10 kali menonton filmnya, hal yang seumur hidup tidak pernah saya lakukan karena saya berfikir menonton sama saja dengan membuang waktu, termasuk aadc, gie, titanic, ayat2cinta, kcb, semua hanya satu kali tonton. sangat alami baik dari fisik tokoh dan dialog, membumi, lucu, menghibur, memberi makna yang dalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-3042</link>
		<dc:creator>Adi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 14:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-3042</guid>
		<description>Seneng baca thread LP ini, walau sudah lama stop. Kalau aku rada beda kesan dgn temen2 di sini. LP the movie lebih cocok utk konsumsi anak2, sedang novel LP utk usia SMP ke atas. Kalau ditanya bagus mana antara novel dgn filmnya, aku jauh lebih terkesan dgn novelnya (karena bukan anak2 kali ya).

Novel LP tidak hanya bercerita tentang perjuangan 10 anak Belitong, tapi juga tentang &#039;pengantar populer&#039; biologi-taksonomi, juga fisika-matematika. Di sana juga ada tentang antropologi, psikologi, mitologi, metafisika, dll. Tentunya juga tentang religi &amp; pendidikan. Pokoknya komplit dah.

Kisah tentang Bodenga &amp; burung pelintang pulau keren abis. Dan itu nggak bisa dinikmati di filmnya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seneng baca thread LP ini, walau sudah lama stop. Kalau aku rada beda kesan dgn temen2 di sini. LP the movie lebih cocok utk konsumsi anak2, sedang novel LP utk usia SMP ke atas. Kalau ditanya bagus mana antara novel dgn filmnya, aku jauh lebih terkesan dgn novelnya (karena bukan anak2 kali ya).</p>
<p>Novel LP tidak hanya bercerita tentang perjuangan 10 anak Belitong, tapi juga tentang &#8216;pengantar populer&#8217; biologi-taksonomi, juga fisika-matematika. Di sana juga ada tentang antropologi, psikologi, mitologi, metafisika, dll. Tentunya juga tentang religi &amp; pendidikan. Pokoknya komplit dah.</p>
<p>Kisah tentang Bodenga &amp; burung pelintang pulau keren abis. Dan itu nggak bisa dinikmati di filmnya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Brahm</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-1540</link>
		<dc:creator>Brahm</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 01:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-1540</guid>
		<description>Thanx, Denisa &amp; Teja. Teja, u&#039;ve got my vote! Aku jg merasa gitu pas pertama kali baca novel LP. Anak kecil kok bisa menganalisis tiap pengalamannya sedemikian detail, pdhl dia menggunakan &quot;aku&quot;. &quot;Aku&quot; di sana adalah anak kecil. Lagipula, kok bisa2nya &quot;aku&quot; blusukan (menggambarkan detail) ke rumah Lintang yg berkilo2 jauhnya, sesuatu yg baru masuk akal bila ceritanya bersudut pandang &quot;dia&quot;.

Tp Andrea Hirata selalu mengatakan ini memoar. Sastra yg bisa dipoles dg fiksi di sana-sini. LP bukan biografi murni. Lagipula dia nulis pengalaman itu dg sudut pandang saat dia dewasa. Shg wajar kata2nya analitis dan puitis gitu.

Kalau LP ditulis bnr2 dari kacamata anak kecil, rasanya isi novel LP takkan jd sekaya ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanx, Denisa &amp; Teja. Teja, u&#8217;ve got my vote! Aku jg merasa gitu pas pertama kali baca novel LP. Anak kecil kok bisa menganalisis tiap pengalamannya sedemikian detail, pdhl dia menggunakan &#8220;aku&#8221;. &#8220;Aku&#8221; di sana adalah anak kecil. Lagipula, kok bisa2nya &#8220;aku&#8221; blusukan (menggambarkan detail) ke rumah Lintang yg berkilo2 jauhnya, sesuatu yg baru masuk akal bila ceritanya bersudut pandang &#8220;dia&#8221;.</p>
<p>Tp Andrea Hirata selalu mengatakan ini memoar. Sastra yg bisa dipoles dg fiksi di sana-sini. LP bukan biografi murni. Lagipula dia nulis pengalaman itu dg sudut pandang saat dia dewasa. Shg wajar kata2nya analitis dan puitis gitu.</p>
<p>Kalau LP ditulis bnr2 dari kacamata anak kecil, rasanya isi novel LP takkan jd sekaya ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

