<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Empat Alasan Laskar Pelangi Seharusnya Mengalahkan Ayat-ayat Cinta</title>
	<atom:link href="http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/</link>
	<description>fictions and facts from Indonesia, as a raw material to make Indonesia-based story</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 09:11:08 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Personalized Tour Era &#124; Warung Fiksi</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-4609</link>
		<dc:creator>Personalized Tour Era &#124; Warung Fiksi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:08:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-4609</guid>
		<description>[...] sama sekali bukan dunia antah berantah. Anda, misalnya, bisa menyusuri tempat-tempat kejadian kisah Laskar Pelangi di Bangka [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sama sekali bukan dunia antah berantah. Anda, misalnya, bisa menyusuri tempat-tempat kejadian kisah Laskar Pelangi di Bangka [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Does A Writer Need to Write on Newspaper before Start the Writing Career? - Warung Fiksi</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-3837</link>
		<dc:creator>Does A Writer Need to Write on Newspaper before Start the Writing Career? - Warung Fiksi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:29:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-3837</guid>
		<description>[...] Kecuali jika si penulis itu sudah tenar di bidang lain seperti Dewi Lestari. Kecuali kalau cerita yang diangkat si penulis bisa mengobarkan semangat (meski terkesan utopis) seperti Laskar Pelangi. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kecuali jika si penulis itu sudah tenar di bidang lain seperti Dewi Lestari. Kecuali kalau cerita yang diangkat si penulis bisa mengobarkan semangat (meski terkesan utopis) seperti Laskar Pelangi. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-3042</link>
		<dc:creator>Adi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 14:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-3042</guid>
		<description>Seneng baca thread LP ini, walau sudah lama stop. Kalau aku rada beda kesan dgn temen2 di sini. LP the movie lebih cocok utk konsumsi anak2, sedang novel LP utk usia SMP ke atas. Kalau ditanya bagus mana antara novel dgn filmnya, aku jauh lebih terkesan dgn novelnya (karena bukan anak2 kali ya).

Novel LP tidak hanya bercerita tentang perjuangan 10 anak Belitong, tapi juga tentang &#039;pengantar populer&#039; biologi-taksonomi, juga fisika-matematika. Di sana juga ada tentang antropologi, psikologi, mitologi, metafisika, dll. Tentunya juga tentang religi &amp; pendidikan. Pokoknya komplit dah.

Kisah tentang Bodenga &amp; burung pelintang pulau keren abis. Dan itu nggak bisa dinikmati di filmnya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seneng baca thread LP ini, walau sudah lama stop. Kalau aku rada beda kesan dgn temen2 di sini. LP the movie lebih cocok utk konsumsi anak2, sedang novel LP utk usia SMP ke atas. Kalau ditanya bagus mana antara novel dgn filmnya, aku jauh lebih terkesan dgn novelnya (karena bukan anak2 kali ya).</p>
<p>Novel LP tidak hanya bercerita tentang perjuangan 10 anak Belitong, tapi juga tentang &#8216;pengantar populer&#8217; biologi-taksonomi, juga fisika-matematika. Di sana juga ada tentang antropologi, psikologi, mitologi, metafisika, dll. Tentunya juga tentang religi &amp; pendidikan. Pokoknya komplit dah.</p>
<p>Kisah tentang Bodenga &amp; burung pelintang pulau keren abis. Dan itu nggak bisa dinikmati di filmnya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Brahm</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-1540</link>
		<dc:creator>Brahm</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 01:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-1540</guid>
		<description>Thanx, Denisa &amp; Teja. Teja, u&#039;ve got my vote! Aku jg merasa gitu pas pertama kali baca novel LP. Anak kecil kok bisa menganalisis tiap pengalamannya sedemikian detail, pdhl dia menggunakan &quot;aku&quot;. &quot;Aku&quot; di sana adalah anak kecil. Lagipula, kok bisa2nya &quot;aku&quot; blusukan (menggambarkan detail) ke rumah Lintang yg berkilo2 jauhnya, sesuatu yg baru masuk akal bila ceritanya bersudut pandang &quot;dia&quot;.

Tp Andrea Hirata selalu mengatakan ini memoar. Sastra yg bisa dipoles dg fiksi di sana-sini. LP bukan biografi murni. Lagipula dia nulis pengalaman itu dg sudut pandang saat dia dewasa. Shg wajar kata2nya analitis dan puitis gitu.

Kalau LP ditulis bnr2 dari kacamata anak kecil, rasanya isi novel LP takkan jd sekaya ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanx, Denisa &amp; Teja. Teja, u&#8217;ve got my vote! Aku jg merasa gitu pas pertama kali baca novel LP. Anak kecil kok bisa menganalisis tiap pengalamannya sedemikian detail, pdhl dia menggunakan &#8220;aku&#8221;. &#8220;Aku&#8221; di sana adalah anak kecil. Lagipula, kok bisa2nya &#8220;aku&#8221; blusukan (menggambarkan detail) ke rumah Lintang yg berkilo2 jauhnya, sesuatu yg baru masuk akal bila ceritanya bersudut pandang &#8220;dia&#8221;.</p>
<p>Tp Andrea Hirata selalu mengatakan ini memoar. Sastra yg bisa dipoles dg fiksi di sana-sini. LP bukan biografi murni. Lagipula dia nulis pengalaman itu dg sudut pandang saat dia dewasa. Shg wajar kata2nya analitis dan puitis gitu.</p>
<p>Kalau LP ditulis bnr2 dari kacamata anak kecil, rasanya isi novel LP takkan jd sekaya ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teja</title>
		<link>http://warungfiksi.net/empat-alasan-laskar-pelangi-seharusnya-mengalahkan-ayat-ayat-cinta/comment-page-2/#comment-1537</link>
		<dc:creator>teja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 05:43:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.wordpress.com/?p=195#comment-1537</guid>
		<description>sepakat!!!
secara linier memang begitu, tetapi secara isi saya ragu. memang ada motivasi tersendiri ketika membaca laskar pelangi, tetapi ada sebagian isinya yang menurut saya bertentangan dengan &quot;logika fiksi&quot;. saya seringkali merasa tidak tengah mengikuti alur berpikir seorangan bocah, tetapi pemikiran seorang mahasiswa S2 yang kemudian dipaksakan masuk dalam tubuh seorang bocah kecil.
saya yakin kalau andrea herata mau mengikuti alur ini, novel laskar pelangi bisa bukan sekedar laku keras, memotivasi tetapi rasional.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepakat!!!<br />
secara linier memang begitu, tetapi secara isi saya ragu. memang ada motivasi tersendiri ketika membaca laskar pelangi, tetapi ada sebagian isinya yang menurut saya bertentangan dengan &#8220;logika fiksi&#8221;. saya seringkali merasa tidak tengah mengikuti alur berpikir seorangan bocah, tetapi pemikiran seorang mahasiswa S2 yang kemudian dipaksakan masuk dalam tubuh seorang bocah kecil.<br />
saya yakin kalau andrea herata mau mengikuti alur ini, novel laskar pelangi bisa bukan sekedar laku keras, memotivasi tetapi rasional.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
