Dictionary of Fiction

When you find in this blog, or anywhere else, a word you don’t understand, search the meaning here on Macmillan Dictionary. Or if you know Bahasa Indonesia, just hit “Ctrl” + “F” and type the word. Maybe the word you’re looking for is available here.

.

Animasi
Teknik penciptaan ilusi bergerak. Animasi berawal dari gambar. Kemudian dengan teknik tertentu (entah manual atau dengan komputer), gambar tersebut dibuat bergerak sehingga seolah-olah sesuatu di dalamnya hidup dan bernyawa. Pembahasan lebih detail ada di sini.

Anime
Gaya beranimasi yang berakar dari komik Jepang.

Blockbuster
Film yang sukses besar secara finansial. Biasanya di Amerika Utara, film dikatakan blockbuster kalau penjualan tiketnya melebihi 100 juta USD sejak rilis.

Box-Office
Total uang yang diperoleh dari penonton bioskop melalui penjualan tiket sebuah film.

Cameo
Peran selintas dalam film yang dimainkan orang-orang terkenal, untuk menaikkan sedikit nilai jual cerita di mata penonton.

Cast
Orang-orang yang terlihat di dalam sebuah karya film.

Casting
Perekrutan pemain film (orang yang akan tampak di layar jika filmnya jadi). Proses ini biasanya dilakukan oleh sutradara khusus casting dengan mempertimbangkan masukan dari Sutradara, Produser dan pihak Studio.

Closure
Fenomena mengamati bagian tertentu tapi memandangnya sebagai keseluruhan [oleh Scott McCloud]. Contohnya, dalam satu frame kita tidak melihat kaki seorang tokoh, namun otak kita yakin tokoh tersebut memiliki kaki.

Copywriter
Penulis teks atau naskah yang tujuannya untuk meyakinkan, menjual sesuatu, dan/atau membangun citra pihak tertentu. Karyanya seperti iklan, brosur, advetorial, rilis pers, company profile, annual report, naskah pidato, dsb.

Deus ex Machina
Terjemahan harfiahnya “tuhan dari mesin”. Istilah yang lahir dari dunia teater ini digunakan dalam bahasa ilmiah maupun sehari-hari untuk menggambarkan campur tangan “tuhan” dalam mengubah suatu kejadian secara mengejutkan. “Tuhan” tersebut, dalam karya fiksi, bisa berupa sesuatu atau seseorang tokoh yang sekonyong-konyong muncul dan tiba-tiba menyelesaikan permasalahan yang sebelumnya tak terpecahkan [oleh Webster].

Dramaturgi
Seni atau teknik komposisi dari drama dan representasi teatrikal [oleh Webster].

Ekranisasi
Alih wahana dari sebuah karya (biasanya non audiovisual) ke karya audiovisual berbentuk film. Kebalikannya: Cerpenisasi, novelisasi, komikisasi, dsb.

Elevator Pitch
Cara mengemas treatment menjadi bentuk yang dapat diutarakan dalam satu hingga tiga kalimat. Istilah “elevator” mengacu pada peluang bertemu dengan seorang produser di lift, sehingga waktu untuk berbicara dengannya sangat pendek. Jadi apa yang disampaikan saat itu harus benar-benar menarik dan mewakili.

Feature
Film yang setidaknya berdurasi 40 menit (melibatkan 2 reels film, satu reel/pita film berdurasi 15-25 menit), ditujukan untuk diputar di bioskop. Kalau durasinya kurang dari itu, kita menyebutnya “film pendek”.

Femme Fatale
Arti harfiahnya “wanita maut”. Ini istilah dalam karya fiksi untuk menggambarkan tokoh perempuan jagoan yang berdarah dingin. Dia pembawa maut, biasanya bagi laki-laki.

Festival
Secara harfiah berarti “pesta”, entah itu pesta buku, komik atau film. Ajang semacam ini biasanya dimanfaatkan untuk mempremierkan sebuah film, memamerkan karya, menjual hak cipta komik pada distributor, menjalin relasi, kemungkinannya tak terbatas. Beberapa festival bersifat non kompetitif, kalau dalam bidang film contohnya Jiffest (Jakarta International Film Festival), Pusan International Film Festival, dsb. Beberapa lainnya bersifat kompetitif, semisal Festival Film Indonesia (Citra), Festival du Cannes (Palm d’Or), Academy Awards (Oscar), dll. Penentu kemenangan di festival kompetitif itu bisa dari juri, audiens, atau kombinasi keduanya.

Fiksi
Sesuatu (terutama cerita) yang diciptakan dari imajinasi [oleh Webster].

FTV
Kependekan dari Film Televisi. Ini adalah film feature yang didanai oleh stasiun televisi atau jaringan TV yang sejak awal dimaksudkan untuk tayang di televisi, bukan bioskop.

Genre
Secara sederhana artinya jenis sebuah karya. Cerpen adalah salah satu genre fiksi, jika yang kita kategorikan adalah bentuknya. Aksi, Drama atau Thriller pun merupakan genre, jika yang kita klasifikasikan adalah isi ceritanya. Jadi, menentukan genre sangat bergantung pada pengategorian (atau unsur) yang sedang kita bicarakan. Sungguh pun yang kita maksud sebenarnya sama, katakanlah tentang ceritanya, genre tetap bukanlah sesuatu yang eksak. Artinya, selalu terbuka peluang untuk perbedaan pendapat. Penjelasan lebih detail ada di sini.

Ghostwriter
Penulis bayangan. Dinamakan “ghost” lantaran dia mengerjakan proyek penulisan (biasanya buku) tapi nama orangnya sendiri tak kelihatan. Yang tampak di karya itu adalah nama kliennya. Ghostwriter terkadang menulis dari nol, tapi bisa juga hanya menulis ulang karya yang buruk dari seorang klien. Seorang ghostwriter hanya menjual ketrampilan menulisnya. Sementara ide, opini, cerita, dan pengalaman yang tertulis, semuanya dari klien. Sang ghostwriter hanya menggalinya (misal lewat wawancara atau pengumpulan data) dan membantu menulisnya.

Ikon
Pencitraan sederhana yang dirancang menyerupai subyeknya [oleh Scott McCloud]. Smiley semacam 🙂 🙁 😛 di internet adalah ikon wajah manusia.

Komik
Gambar-gambar serta lambang-lambang lain yang terjukstaposisi (bersebelahan) dalam urutan tertentu, untuk menyampaikan informasi dan/atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya [oleh Scott McCloud].

Moviegoer
Pecandu atau penonton film [oleh John M. Echols & Hassan Shadily].

Onomatopea
Kata yang meniru bunyi. Misalnya, “prang” (kata untuk menggambarkan suara piring pecah), “dor” untuk menggambarkan pistol meletus, dll. Teknik ini biasanya dipakai untuk media visual (yang tidak bersuara), semacam novel atau komik. Tapi kadang ada juga film yang menggunakan onomatopea untuk menimbulkan efek komik. Contohnya, film Batman tahun 1980-an (yang diperankan manusia) menggunakan tulisan-tulisan “POW!”, “CRUNCH!!”, dsb. yang tiba-tiba muncul memenuhi layar televisi. Ini disengaja guna menampilkan nuansa komik pada film tersebut.

Panel
Dalam komik, panel berarti bingkai (batasan fisik) gambar dan lambang di suatu halaman. Satu halaman bisa terdiri dari satu atau lebih panel yang diletakkan berdekatan atau bersebelahan. Bentuk panel bermacam-macam: Lingkaran, trapesium, segitiga, bintang, dsb. Namun biasanya berwujud segiempat. Panel berfungsi sebagai petunjuk umum untuk waktu/ruang yang terpisah. Rentang waktu dan dimensi ruang lebih dijelaskan oleh isi panel, bukan panel itu sendiri [oleh Scott McCloud].

Penulis
Istilah umum untuk orang yang menciptakan karya fiksi tertulis, bisa itu novel, naskah skenario film, televisi, radio, iklan, dsb.

Peoplemeter
Alat survei elektronik kepemirsaan TV. Peoplemeter dipasang di setiap TV responden dengan dilengkapi remote control khusus yang memiliki tombol untuk masing-masing anggota keluarga (misalnya tombol 1 untuk Ayah, tombol 2 untuk Ibu, dst.). Remote tersebut akan otomatis merekam apa-apa yang ditonton setiap anggota keluarga, lalu mengirimnya ke pusat server lembaga penyurvei. Jenis peoplemeter beragam sesuai kondisi pertelevisian di suatu negara (tapi terstandardisasi secara internasional). Ada yang untuk siaran analog, digital, untuk pengumpulan data secara offline (misalnya melalui disket) dan bisa juga online melalui transmisi data (misalnya melalui GSM atau telepon biasa). [oleh AGB Nielsen]

Prekuel
Karya yang menghadirkan tokoh dan/atau peristiwa yang terjadi sebelum cerita dalam karya sebelumnya.

Premier
Pemutaran perdana film di depan publik. Kadang-kadang disertai pula dengan acara yang dihadiri cast dan sineas film tersebut, serta beberapa selebriti yang sengaja diundang.

Scene
Sebuah unit drama yang terdiri dari satu atau beberapa shot. Beberapa shot itu bisa membentuk satu scene lantaran ada kesamaan setting waktu, tempat, atau tokoh-tokoh. Ketika alur bergulir ke setting waktu, tempat atau tokoh-tokoh yang berbeda, maka itu sudah lain scene.

Scriptwriter
Penulis skenario. Sama seperti penulis biasa, tapi untuk karya yang bukan tulis. Misalnya, film komik, drama teater, radio, dst.

Sekuel
Karya yang merupakan kelanjutan dari karya sebelumnya. Yang artinya dalam karya tersebut ada tokoh-tokoh dan kejadian yang masih berhubungan dengan karya pendahulunya.

Sequence
Sebuah unit drama yang terdiri dari beberapa scene yang tergabung dalam satu emosi dan momentum narasi.

Shot
Sebuah adegan film tanpa putus yang diambil dari satu sudut pandang kamera. Dalam praktik pembuatan, adegan tersebut diawali dengan teriakan “action” dan diakhiri dengan “cut” dari sang sutradara. Kalau sutradara itu meneriakkan lagi sepasang “action-cut”, berarti itu lain shot. Kecuali shot tersebut mengandung adegan dan sudut kamera yang sama. Kasus semacam ini kita katakan shot-nya sama tapi take-nya beda/bertambah, atau dalam bahasa sederhana: Hanya mengulang pengambilan gambar.

Sketsa
Arti pertama yaitu gambar kasar tentang seseorang atau sesuatu yang dibuat secara manual dengan tangan. Arti kedua, scene berdurasi kurang dari 15 menit yang merupakan bagian dari satu tayangan TV (biasanya komedi).

Slapstik
Pengembangan dari komedi yang berusaha menciptakan kelucuan dari aksi fisik atau mimik, mungkin dengan adegan kekerasan ringan [oleh Tim Dirks].

Spoiler
Pembocoran cerita sebuah karya fiksi, sehingga dikhawatirkan penonton/pembaca tidak lagi mengalami kejutan saat menonton/membaca.

Storyboard
Rangkaian (sketsa) gambar adegan untuk mengomunikasikan penampakan seperti apa yang diinginkan muncul di kamera nantinya.

Stripping
Misalnya, sinetron stripping. Artinya, sinetron itu ditayangkan setiap hari. Di sini penonton diuntungkan, karena tidak harus menunggu selama seminggu hanya untuk menonton kelanjutan kisah sinetron kesayangannya. Model ini sangat ampuh untuk mengikat kesetiaan penonton. Mereka takkan mudah lupa dengan cerita maupun jam tayangnya. Di Indonesia, tayangan semacam ini dimulai dari tahun 2005. RCTI yang ditengarai memeloporinya dengan sinetron Liontin. Ide awalnya dari Harsiwi Achmad yang terinspirasi dari program TV di Meksiko. Sisi negatif sinetron stripping:

  1. Karena tiap hari tayang, perlu tim yang solid untuk meramu film yang bagus, kalau tidak semuanya tampil kedodoran.
  2. Bagi produser, harga jual sinetron stripping lebih murah ketimbang sinteron mingguan.

Subtitle
Kata-kata yang muncul di bagian bawah layar untuk mengalihbahasakan atau mengulangi dialog/monolog yang saat itu terdengar dalam film. Dalam perkembangan berikutnya, tidak hanya dialog/monolog tokoh yang di-subtitle-kan, melainkan juga suara-suara yang terdengar di film itu. Subtitle semacam ini berguna untuk membantu tunarungu supaya bisa turut menikmati sensasi bunyi-bunyian dalam adegan.

Take
Satu take sama dengan satu pengambilan gambar, diawali dengan satu “action” dan diakhiri dengan satu “cut” dari mulut sang sutradara. Satu shot bisa dibuat dari berkali-kali take.

Treatment
Rencana kasar suatu karya fiksi, lengkap dengan tagline, sinopsis, plot, ide cerita dan deskripsi karakter.

TV Audience Measurement
Survei kepemirsaan TV untuk menentukan rating suatu acara. Metodologi survei ini biasanya terdiri dari tujuh tahap:

  1. Prasurvei untuk menentukan besar populasi individu yang memiliki TV di rumah dan rutin menonton, juga untuk mengetahui demografi individu serta karakteristik sebuah rumah tangga).
  2. Penentuan dan perekrutan rumah tangga dimana anggota keluarganya-tidak termasuk pembantu, supir, satpam, tamu, anak kos-yang berusia 5 tahun ke atas menjadi responden.
  3. Pemasangan peoplemeter sebagai perekam perilaku responden selama menonton.
  4. Pengambilan data (pada sistem offline data dipungut secara manual oleh kolektor per minggunya, sedangkan pada sistem online data terkirim secara otomatis ke pusat server lembaga penyurvei melalui jaringan GSM).
  5. Produksi data (pemrosesan-konsolidasi, validasi, dan analisis-data ini dilakukan oleh sistem secara otomatis untuk menghindari kesalahan manusia).
  6. Selain mengamati responden, sistem juga tanpa henti mengamati TV untuk memperoleh data program dan iklan dari setiap stasiun televisi.
  7. Pemrosesan akhir dan pengiriman data ke database, siap untuk dipublikasikan. [oleh AGB Nielsen]