<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Darimana Penulis Fiksi Cari Makan</title>
	<atom:link href="http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/</link>
	<description>fictions and facts from Indonesia, as a raw material to make Indonesia-based story</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 17:01:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: n-Ry</title>
		<link>http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/comment-page-1/#comment-2916</link>
		<dc:creator>n-Ry</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 09:26:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=879#comment-2916</guid>
		<description>baru tau ada ghostwriting :D
Saya pengen jd penulis n menerbitkan karya saya.
skrg lg belajar menulis n terus bljr.
kunjungi blog saya ya n liat karya2 saya.
thx. nice article :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru tau ada ghostwriting <img src='http://warungfiksi.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Saya pengen jd penulis n menerbitkan karya saya.<br />
skrg lg belajar menulis n terus bljr.<br />
kunjungi blog saya ya n liat karya2 saya.<br />
thx. nice article <img src='http://warungfiksi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Brahmanto Anindito</title>
		<link>http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/comment-page-1/#comment-2810</link>
		<dc:creator>Brahmanto Anindito</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 06:42:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=879#comment-2810</guid>
		<description>Met kenal jg, Dini. Cerpen? Novel? Tergantung karyamu seperti apa dulu. Kamu bisa lihat media2 yg menerima karya fiksi &lt;a href=http://warungfiksi.net/free-download rel=&quot;nofollow&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;. Silakan pilih mana yg cocok. Terus kirim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Met kenal jg, Dini. Cerpen? Novel? Tergantung karyamu seperti apa dulu. Kamu bisa lihat media2 yg menerima karya fiksi <a href=http://warungfiksi.net/free-download rel="nofollow">di sini</a>. Silakan pilih mana yg cocok. Terus kirim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dini</title>
		<link>http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/comment-page-1/#comment-2807</link>
		<dc:creator>Dini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 05:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=879#comment-2807</guid>
		<description>Met kenal sblmnya mas Brahm.....
Ikutan dong.......hehehe....ikutan ngintip inf2nya....bloe kan...?... kebetulan saya lg coba2 nulis cerita fiksi....tapi g tau mo coba dikirim kmana y...? bs dapet inf g.....thx...sbelumnya

Dini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Met kenal sblmnya mas Brahm&#8230;..<br />
Ikutan dong&#8230;&#8230;.hehehe&#8230;.ikutan ngintip inf2nya&#8230;.bloe kan&#8230;?&#8230; kebetulan saya lg coba2 nulis cerita fiksi&#8230;.tapi g tau mo coba dikirim kmana y&#8230;? bs dapet inf g&#8230;..thx&#8230;sbelumnya</p>
<p>Dini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rie</title>
		<link>http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/comment-page-1/#comment-2619</link>
		<dc:creator>rie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 01:45:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=879#comment-2619</guid>
		<description>Thanks juga buat semuanya... Satu pertanyaan kecil ternyata bisa bikin keramaian kayak di pasar, ya? Ck, ck, ck... Ya udah kalo gitu. Kita stop ngoceh. Kerja. Berkarya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks juga buat semuanya&#8230; Satu pertanyaan kecil ternyata bisa bikin keramaian kayak di pasar, ya? Ck, ck, ck&#8230; Ya udah kalo gitu. Kita stop ngoceh. Kerja. Berkarya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Brahmanto Anindito</title>
		<link>http://warungfiksi.net/darimana-penulis-fiksi-cari-makan/comment-page-1/#comment-2565</link>
		<dc:creator>Brahmanto Anindito</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 02:21:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=879#comment-2565</guid>
		<description>Tentu setara, Rie. Itu yg aku alami sendiri sih. Tp, memang kalau mau dilihat scr obyektif, rata2 penulis dibayar lbh rendah. Meski perannya vital.

Lihat kasus Writer&#039;s Guild Amerika. Serikat penulis menuntut hak2nya ditambah krn karyanya laku pula di media lain (spt DVD atau lwt internet). Gitu ya, Sandeq? Sampai2 perhelatan Oscar terancam batal, gara2 pemboikotan penulis ini.

Ternyata banyak aktor/aktris sono yg mendukung demo itu. Solidaritas, katanya. Tp sekaligus kekahawatiran. Krn, bagaimanapun, toh lama2 mrk nggak bakal bisa makan kalau nggak ada suplai naskah dari penulis.

Aku pernah tahu, entah di Oscar atau Golden Globe ya, sebelum ada ribut2 itu, aktris sekelas Nicole Kidman memuji profesi ini, &quot;Yg kalian lakukan itu fantastis. Ayo, ciptakan cerita2 hebat lagi buat kami.&quot; Pd intinya, siapapun sadar fungsi penulis.

Di sana pun jd penulis (industri, bukan seniman) bisa makmur. Di sini? PH dan produser nggak nganggep penulis ya, Pasha? Nggak heran lah. Lihat aja akibatnya. Lihat aja kualitas cerita sinetron dan film kita. Ada harga ada rupa.

Kalau boleh menyarankan, Rie. Seseorang menulis (fiksi) itu kan lewat dua cara: industri dan seniman. Nah, jgn pilih salah satunya. Lakukan dua2nya! Krn yg satu kasih kepastian income. Yg satu kasih harapan (bahwa suatu saat karya kita akan meledak).

Ngopi omongannya Pradna: perut &amp; hati. Dua2nya memang kejar2an. Tp mrk bisa rukun kok. Perut dan hati tidak saling meniadakan. Tp saling mendukung. *ay, ay, ay, sok bijak lagi*

Anyway, thanks semuanya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu setara, Rie. Itu yg aku alami sendiri sih. Tp, memang kalau mau dilihat scr obyektif, rata2 penulis dibayar lbh rendah. Meski perannya vital.</p>
<p>Lihat kasus Writer&#8217;s Guild Amerika. Serikat penulis menuntut hak2nya ditambah krn karyanya laku pula di media lain (spt DVD atau lwt internet). Gitu ya, Sandeq? Sampai2 perhelatan Oscar terancam batal, gara2 pemboikotan penulis ini.</p>
<p>Ternyata banyak aktor/aktris sono yg mendukung demo itu. Solidaritas, katanya. Tp sekaligus kekahawatiran. Krn, bagaimanapun, toh lama2 mrk nggak bakal bisa makan kalau nggak ada suplai naskah dari penulis.</p>
<p>Aku pernah tahu, entah di Oscar atau Golden Globe ya, sebelum ada ribut2 itu, aktris sekelas Nicole Kidman memuji profesi ini, &#8220;Yg kalian lakukan itu fantastis. Ayo, ciptakan cerita2 hebat lagi buat kami.&#8221; Pd intinya, siapapun sadar fungsi penulis.</p>
<p>Di sana pun jd penulis (industri, bukan seniman) bisa makmur. Di sini? PH dan produser nggak nganggep penulis ya, Pasha? Nggak heran lah. Lihat aja akibatnya. Lihat aja kualitas cerita sinetron dan film kita. Ada harga ada rupa.</p>
<p>Kalau boleh menyarankan, Rie. Seseorang menulis (fiksi) itu kan lewat dua cara: industri dan seniman. Nah, jgn pilih salah satunya. Lakukan dua2nya! Krn yg satu kasih kepastian income. Yg satu kasih harapan (bahwa suatu saat karya kita akan meledak).</p>
<p>Ngopi omongannya Pradna: perut &#038; hati. Dua2nya memang kejar2an. Tp mrk bisa rukun kok. Perut dan hati tidak saling meniadakan. Tp saling mendukung. *ay, ay, ay, sok bijak lagi*</p>
<p>Anyway, thanks semuanya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
