Become A Games Writer, Anyone?

Fiction is not just about novel, movie, animation and comic. Fiction is an umbrella for games too. From arcade, RPG (Role-Playing Game), to MMORPGs (Multiplayer Online Role-Playing Games), they all need scenario. A good, structured fiction. Who writes that? Person with the fine fantasies and ability to write.

Is it easy to write a game? I don’t think so. But according to Odd Ahlgren, Just Cause 2 writer, “It is similar to writing screenplays in a way, but less linear. Old-timers have told me that it is very similar to writing interactive novels or solo adventures, which were all the rage in the 80s. However, creating each characters arc, however simplified and cartoony, is similar to when writing a regular novel.”

So you also have to pick a genre, mapping the plot, setting place and time, create characters, their goals, chapters (in game we name it level), etc. And one thing, you must love games. You must a gamer to be able to write a good game.

Try some games. Installed the free ones in your PC. Or buy some: Prince of Persia, Winning Eleven, Sims, get World of Warcraft Accounts. If you like to play them, and you love to write, maybe it’s time to write your own game. And sell it.

* * *

Dulu penulis fiksi hanya menuturkan kisah dalam kertas, yaitu cerpen atau novel. Merasa kurang puas, kita menambahkan gambar, jadilah novel grafik atau komik murni. Belum puas, penulis fiksi mengaudio-visualkan ceritanya, jadilah film atau animasi.

Masih kurang puas, dikembangkanlah fitur interaktif. Pembaca atau penonton fiksi tidak hanya pasif menikmati, tapi juga (harus) memutuskan: bagaimana jalan cerita, apa yang terjadi pada karakter, bagaimana endingnya, dan seterusnya.

Dulu ada yang namanya interactive novel. Anda yang lahir pada tahun 80-an pasti juga pernah mendengar Pilih Sendiri Petualanganmu (Choose Your Own Adventure). Di novel-novel tipis itu, Andalah tokoh utamanya. Dan di sana ada puluhan alternatif ending! Bagi yang belum pernah tahu, contoh novel jenis semacam ini ada di sini.

Kalau jaman sekarang, fitur interaktif semacam itu mudah ditemui pada media game. Mulai dari game sederhana seperti di ponsel-ponsel monokrom, arcade, RPG, sampai MMORPGs. Semua jenis game itu ada skenarionya. Berita baiknya, di situlah penulis skenario dibutuhkan.

Tapi berita buruknya, penulis fiksi khusus game di Indonesia masih langka. “Kita kekurangan penulis cerita,” keluh Manager Regional IT Centre of Excellence (RICE) PT INTI, Gerhard Simanjuntak, sebagaimana saya kutip dari DetikINET. RICE adalah perusahaan yang memproduksi animasi dan game tiap bulannya.

Saya tidak tahu perkembangan developer game di Indonesia. Namun jika Indonesia menuju tren pada negara-negara maju, yang dikatakan Gerhard sama sekali bukan pemanis bibir. Kebutuhan pasar akan penulis game bakal semakin tinggi.

Masalahnya, bagaimana cara menulis game?

Menurut Odd Ahlgren, penulis game Just Cause 2, “Ini sama seperti menulis skenario, tapi tidak begitu linier. Jadi menulis game sama seperti menulis novel interaktif.” Di sini kita juga harus menentukan genre, memetakan plot, setting tempat dan waktu, menciptakan tokoh-tokoh, tujuan si tokoh, bab (level), dan sebagainya.

Syarat tambahannya, Anda harus seorang gamer berjam terbang tinggi dulu. Ini bukan aturan baku. Tapi, yah, sama seperti Anda harus banyak membaca novel dulu sebelum menulis novel, agar tahu mana novel yang menggugah dan mana yang membosankan. Anda juga harus suka menonton film dulu sebelum memutuskan jadi penulis skenario film, bukan?

Jika selama ini fantasi Anda bakal terlalu mahal untuk diwujudkan dalam film, atau bila imajinasi Anda terlalu “kekanak-kanakan” untuk dijadikan sastra, maka media game inilah kesempatan Anda!

Nah, selamat mencoba. Siapa tahu Anda cocok dan menikmati jadi penulis spesialisasi game. Oh ya, di Amerika, skenario game per round (1 round = 3,5 jam permainan) dihargai sekitar 100 dollar. [photos from Buy Aion Accounts]

14 Replies to “Become A Games Writer, Anyone?”

  1. Rie

    Curiga, jangan2 tulisan ini terinspirasi oleh emailku. Ya kan, Brahman?

    Aku lahir taun 80an, tp nggak tau novel “Pilih Sendiri Petualanganmu”. Yg kayak gimana sih?
    .-= Rie´s last blog ..Semut Cabe Rawit =-.

    Reply
  2. Brahmanto Anindito Post author

    Aris, jaaah! Bg sebagian novelis, yg paling sulit adalah menulis skenario (hrs terus memberi porsi detail pd visualisasi). Sebagian penulis skenario juga menganggap menulis novel itu sulit (hrs merangkai kata dg runut, antar paragraf nggak boleh meloncat). Tp sebenarnya tiap jenis penulisan media punya kesulitan dan tantangan yg berbeda. Jd ini masalah cocok atau nggak cocok aja. Kamu kan mempelajari IT, coba aja dulu nulis (dan kalau ada waktu sekalian memprogram) game, siapa tahu cocok dan justru keranjingan.

    Bintangbumoe, thanks udah mampir!

    RobIEn, masa’ sih nggak pernah tahu CYOA? Sebentar, sebentar, jangan2 kamu jg nggak tahu STOP-nya Stevan Wolf, Trio Detektif-nya Alfred Hitchcock, atau Lima Sekawan-nya Enyd Blyton. Aku aja yg kelahiran 90-an tahu kok, hehehe. CYOA ini novel seri petualangan (buat anak2 dan remaja) yg tersohor banget waktu itu. Punyanya Bantam Books. Di Indonesia, hak penerbitannya dipegang Gramedia. Kapan2 kutunjukin deh ke kamu. Mau wortel, RobIEn?

    Reply
  3. Rie

    Yaelah, pake ngaku2 kelahiran 90an lagi! Percuma, Brahman. Dr fotonya aja udah keliatan kalo kamu om2.

    Trio Detektif, Lima Sekawan, STOP aku tau. Tp kalo CYOA, aku baru tau skrg.

    Wortel? Mau dong. Drpd hrs beli di pasar.
    .-= Rie´s last blog ..tribut untuk kaki =-.

    Reply
  4. Brahmanto Anindito Post author

    Kalau aku Om2 berarti kamu …? Aku udah tahu tgl lahirmu lho ya. RobIEn, RobIEn ….

    Hm, novel2 itu kalau kubaca2 setelah dewasa kok nggak asyik lg ya, Ris? Mudah ketebak alur2 suspensenya gitu. Sama kayak baca sebagian besar cerita Donal Bebek, mudah ketebak banyolannya. Tp anehnya, pas aku coba baca ulang Asterix (pas dewasa), aku tetep terhibur dan ngakak. Asterix benar2 masterpiece sepanjang usia!

    Reply
  5. Rie

    Mas Brahman, dengerin ya. Yg pertama kali orang liat tuh luarnya. Dalemnya belakangan. Ya toh? Buku aja seringnya aku juge by its cover. Gimana lagi, mau liat isinya, bukunya dibungkus plastik. Nah, kalo kamu om2, berarti aku ponakan2. D’accord? 😀

    Asterix, c’est vraiment cool. Nggak ngebosenin krn emang lucu. Cerita itu kan kayak simbol atau alegori atau apalah. Contohnya Obelix. Dia simbol org Prancis yg gourmant. Pokoknya Goscinny itu pinter banget deh.
    .-= Rie´s last blog ..tribut untuk kaki =-.

    Reply
  6. Brahmanto Anindito Post author

    Apa aku terlihat masih terbungkus plastik di depanmu? Nggak d’accord, nggak d’accord. Kamu emang ponakan, tp ponakannya om2 yg 50 tahunan, haha.

    Pelajarannya: kalau suatu saat hrs bikin cerita anak2, bikin cerita anak2 yg juga bisa dinikmati orang dewasa. Orang2 kyk Goscinny itu memang one in a million.

    Reply
  7. Rie

    Masih. Ntar aku ambil dulu cutter buat buka plastiknya. Sabar ya, Om.

    Goscinny sudah membuktikan. Salah satu buku anak karangannya yg favorit di Prancis berjudul Le petit Nicolas. Blm baca kan? Penuturannya khas anak2. Kalimatnya panjang dan kayak nonstop. Isinya selain bercerita ttg keseharian seorang anak bernama Nicolas, juga buat membuka mata org dewasa thd anak2. Keren deh. Tp kamu kayaknya nggak bakalan suka. Kamu kan sukanya cerita ttg mahasiswa.
    .-= Rie´s last blog ..Hujan Bulan Juni =-.

    Reply
  8. Issac Maez

    God i love Bing. The greatest mmorpg i have ever played is Mir 3. http://mir.avengemir3.com . It is great. The community is really nice unlike most other games and it a real unique MMORPG. I have never played anything like it. The PVP is really fun and like no other game, i definatly suggest anyone who reads this give it a go. Its 100% free.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge