Back Up Your Manuscript Online

back up onlineImagine this. You’ve been working hard to write a novel. Then one day, your computer’s hard drive is broken. You can do nothing. Files are all there! Brief, your manuscript is gone. Your deadline is messed.

Have you ever experienced such “tragedy”? I have once. So, I share this message: making a back up is important, my friend. A simple advice but often overlooked. You know, like an insurance program, backing up habit makes it wouldn’t be so hurt when bad thing happens.

How to make a back up file, by the way? Just copy your file(s) to another place. In an external harddisk, maybe. Or in flashdisk. However, to avoid mechanical damages, virus infection, or losing the disk, you may also upload the important file(s) to the Internet server, such as Google Drive or DropBox. Or, you can also send your manuscript to your own email box as a week to week archive. Making a back up is so easy and free. You should do that routinely, if I may suggest.

* * *

Pernahkah Anda jengkel karena sudah capek-capek menulis karya panjang dari hari ke hari, eh, harddisk komputer tiba-tiba bermasalah? Saya dulu pernah. Dan memang menjengkelkan sekali. Tidak bisa melanjutkan menulis. Sebenarnya, komputer ada di mana-mana. Bahkan kalau mau yang nyentrik, saya bisa saja pergi ke warnet dan menulis di sana, meski harus berjibaku di tengah gaduhnya anak-anak sekolah yang main game online. Yang jadi masalah kan file-nya. File itu hilang atau rusak (corrupt), apa yang mau dilanjutkan?

Nah, daripada pengalaman “mengharukan” seperti itu juga Anda alami, izinkan saya berbagi saran yang terdengar kuno: lakukan back up. Selalu siapkan file cadangan. Serutin mungkin. Dua minggu sekali rasanya tidaklah merepotkan. Kalau Anda berpikir itu masih merepotkan, tunggu saja sampai file penting Anda besok terserang virus. Ah, tidak, tidak, saya tidak mendoakan file Anda besok kena virus dan tidak terbaca lagi.

Tapi begini, back up itu seperti asuransi. Tidak ada yang berharap bencana, namun kita selalu bisa mengusahakan supaya tidak terlalu rugi bila bencana itu benar-benar terjadi. Seperti peribahasa Arab, “Trust in Allah, but still, you need to tie up your camel.” Mari budayakan back up semua file di komputer Anda, terutama yang menyangkut proyek-proyek penting Anda saat ini.

Terus, bagaimana cara mem-back up itu? Ya tinggal dikopi saja file-nya ke tempat lain.

Dimana tempat lain itu? Mungkin di harddisk eksternal atau flashdisk. Tapi jika Anda takut dengan kerusakan mekanis (misalnya karena terbanting atau ketetesan air), serangan virus, atau kehilangan benda itu, sebaiknya Anda juga meng-upload file itu ke server Internet. Kalau koneksi Internet Anda bagus, agar praktis, Anda dapat membiasakan diri menyinkronkan apa yang ada di harddisk Anda dengan space online itu.

Berapa biayanya? Lho, saya tidak bicara biaya. Hanya untuk media penyimpanan online seperti ini, Anda tidak perlu beli hosting sendiri. Saat ini, banyak space gratisan di Internet, dengan kualitas server yang handal.

Saya akan memberi Anda tiga ide dimana bisa menyimpan file yang leluasa, aman dan gratis.

Google Drive

Ini adalah salah satu produk Google. Maka Anda dapat mengintegrasikannya pada Google+, Gmail, atau ponsel Android Anda. Setelah Anda mendaftar, Google Drive akan memberi Anda space 5 GB secara gratis. Ruang yang lapang itu bisa untuk menyimpan apa saja. Jangankan file-file yang umum, file .psd pun bisa dibaca walaupun Anda tidak menginstal program Photoshop di komputer. Drive ini dapat juga Anda manfaatkan sebagai hosting web sederhana. Asyik kan?

Di samping itu, Google Drive dilengkapi fitur OCR Text Scanning yang memungkinkan Anda melakukan pencarian gambar dengan kata-kata. Bahkan jika kata-kata itu terdapat dalam file. Inilah merupakan salah satu keunggulan Google Drive dibanding DropBox yang hanya bisa mencari kata dari nama file saja.

DropBox

Sebenarnya, DropBox muncul lebih awal dari Google Drive. Tapi agak “pelit”. Selain karena extra space-nya dijual lebih mahal dari Google Drive, pertama mendaftar pun Anda hanya mendapatkan gratisan 2 GB. Namun, ada beberapa cara untuk menambah kapasitas penyimpanan secara gratis, salah satunya dengan mengundang teman untuk ikut mendaftar DropBox. Semakin banyak teman yang mendaftar DropBox karena undangan Anda, semakin gendut space Anda. Keunggulan DropBox yang lain adalah fitur re-delete dan undo change files hingga 30 hari. Ini akan sangat menolong apabila Anda tak sengaja menghapus file.

Jika Google Drive terintegrasi dengan Gmail, baru-baru ini YahooMail menggandeng DropBox untuk memanjakan penggunanya dengan kapasitas simpan tambahan. Jadi alih-alih meng-attach file saat mengirim email, sekarang pengguna Yahoo! bisa menggunakan DropBox yang di-share.

Email

Jika tujuan Anda hanya untuk menyelamatkan data, tanpa menyuntingnya, lakukan cara tradisional ini: kirim email ke alamat email Anda sendiri, sehingga Anda punya arsip (kiriman) naskah dari masa ke masa. Suatu saat ingin tahu bagaimana naskah Anda dua bulan yang lalu, Anda tinggal mengubek-ubek thread email dengan subject tertentu. Mudah kan? Ditambah lagi, email punya kapasitas penyimpanan yang lebih lega. Gmail berkapasitas 10 GB, bandingkan dengan Google Drive yang “hanya” 5 GB. YahooMail bahkan berkapasitas unlimited, bandingkan dengan DropBox yang “hanya” 2 GB.

Namun, tentu file dalam email berarti file dalam attachment. Ia tidak bisa di-rename, disunting, di-share dengan orang lain, apalagi disinkronisasikan dengan disc drive komputer atau gadget Anda. Setidaknya, jauh lebih ribet mengutak-atiknya ketimbang bila Anda memilih menggunakan media penyimpanan seperti Google Drive atau DropBox. Selain itu, tiap upload file (sebagai attachment) di email, ada batasan 10 MB. Nah, bagaimana kalau yang ingin Anda arsipkan adalah film yang biasanya besarnya ratusan MB?

Ada banyak alternatif lain untuk mem-back up ke server online, sebenarnya. Tapi setidaknya tiga ide di atas bisa memberi gambaran pada Anda bahwa mem-back up itu sebenarnya mudah dan gratis. Jadi, kenapa tidak rutin Anda lakukan?

Tapi ingat, apapun cara Anda untuk mem-back up files secara online, pastikan Anda tidak sampai kehilangan username dan password-nya. Kalau kehilangan biasa atau lupa sih tidak terlalu masalah, meski tetap bisa bikin Anda gigit jari sepanjang hari. Yang jadi bencana kalau akun Anda jatuh ke tangan orang iseng. It bisa jadi sad ending buat Anda.

One Reply to “Back Up Your Manuscript Online”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge