<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warung Fiksi &#187; Rie Yanti</title>
	<atom:link href="http://warungfiksi.net/author/rie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungfiksi.net</link>
	<description>copywriting &#124; ghostwriting &#124; scriptwriting &#124; about culture, nature and creature of Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 15:02:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<image>
<link>http://warungfiksi.net</link>
<url>http://warungfiksi.net/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-61.ico</url>
<title>Warung Fiksi</title>
</image>
		<item>
		<title>Humble Cicalengka</title>
		<link>http://warungfiksi.net/humble-cicalengka/</link>
		<comments>http://warungfiksi.net/humble-cicalengka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 09:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rie Yanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[nature]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[west java]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=2418</guid>
		<description><![CDATA[Actually, I didn’t come from Bandung city. I came from Cicalengka district, Bandung regency. But because Cicalengka is not quite popular, I often have no idea how to explain this district when some people ask. Beside, Cicalengka has same temperature and culinary as Bandung city. By the way, since I lived in Surabaya, I miss my homeland. Cicalengka and Surabaya are totally different. Surabaya is a metropolitan, while Cicalengka is a village. You can see many rice field and garden there. Although the number of those green areas have decreased due to manufacturers. But don’t think that Cicalengka offers you only panoramas. There are also two tourism sites. First, Cinulang waterfall. It’s located between Bandung regency and Garut regency. However, this area is a part of Sumedang regency. Well, this may confuse you. But Cinulang Waterfall is still recognized as Cicalengka tourism site. Second is Aki Enin cottage. It’s a new tourism site in Cicalengka that offers village panorama. You can see rice field, river and mountains while enjoying some traditional and humble menus, such as fried fish and chicken, tahu, tempeh, vegetable and its spicy sauce. Yes, all you can find here is greenery land with nature product, instead [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://warungfiksi.net/humble-cicalengka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Netbook dengan Batere Seawet Ponsel</title>
		<link>http://warungfiksi.net/netbook-dengan-batere-seawet-ponsel/</link>
		<comments>http://warungfiksi.net/netbook-dengan-batere-seawet-ponsel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 08:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rie Yanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=2404</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana kebanyakan orang, saya paling malas kalau disuruh menunggu. Seperti Rabu kemarin ketika harus mengantre dokter. Praktiknya dibuka pukul 19.30. Saya datang setengah jam sebelum itu. Eh, ternyata dokternya baru datang pukul 19.40. Padahal saya kebagian nomor antrean 15. Bagus. Kerjaan lagi deadline, dan saya terancam “bermalam” di klinik. Untungnya, saya sudah mengantisipasinya. Punya firsasat urusan ini bakalan lama, saya pun membawa netbook ASUS 1025C. Dengan begitu, saya bisa menyambi merevisi naskah memoar yang besoknya harus sudah ditaruh di percetakan untuk pembuatan dummy. Pencet tombol “on” pada netbook itu. Satu&#8230; dua… nyala! Gegas, seperti biasa. Tapi begitu si putih itu “hidup”, sadarlah saya, baterenya tinggal seuprit. Tidak sampai seperempat batang! Saya baru ingat, seharian tadi lupa men-charge. Alamak, masih “bernyawakah” netbook ini sampai tiba giliran saya masuk ruang dokter sebagai pasien ke-15? Firasat saya sih tidak. Maka tanpa pikir panjang, saya matikan fitur Wi-Fi dan Bluetooth, melepas modem dan flashdisk, meski saya masih perlu internet dan data yang ada di flashdisk itu. Layar netbook juga saya setel agak redup. Langkah-langkah itu saya yakini berguna untuk menghemat batere. Lalu, saya berusaha bekerja cepat. Berkejaran dengan daya batere. Hiruk-pikuk di klinik saya abaikan. Kalau biasanya disambi main game saat otak buntu, sekarang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://warungfiksi.net/netbook-dengan-batere-seawet-ponsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layar Sempit Bukan Masalah Selama Ada HDMI</title>
		<link>http://warungfiksi.net/layar-sempit-bukan-masalah-selama-ada-hdmi/</link>
		<comments>http://warungfiksi.net/layar-sempit-bukan-masalah-selama-ada-hdmi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 01:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rie Yanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=2389</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang penulis, film bisa memberi inspirasi sekaligus referensi. Saya pun selalu menyempatkan diri menonton film. Kalau bisa sih di bioskop. Layar lebar, suara membahana, kita akan lebih mudah terseret ke tengah-tengah cerita. Seperti kemarin kami menonton The Raid. Seru! Sampai ikut ngos-ngosan dan ngilu-ngilu, rasanya. Sayang, kami dapat kursi baris J, jadi harus terima nasib: menengadah sepanjang film. Memang, di bioskop kita tak bisa seenaknya memilih duduk, kecuali tentu saja di film-film yang kurang laku. Alternatif lainnya adalah menonton di rumah. Ini lebih privat. Saya bisa meresapi cerita dengan lebih baik di sini. Adegan pun bisa diulang-ulang. Namun bagaimana dengan kepuasan indera? Nah, ini masalahnya. Sejak pegangan saya “menciut” jadi netbook, menonton film terasa kurang nikmat. Layar ASUS 1025C tergolong sempit untuk urusan seperti ini. Kinerja netbook yang terbukti bisa nyala cuma dalam dua detik ini memang cepat. Tapi layarnya hanya 10.1”. Meskipun begitu, produk terbaru ASUS ini sudah memiliki port HDMI. Artinya, saya bisa mengoneksikan netbook ini ke televisi layar lebar yang full HD (HDTV). Bagi yang belum tahu, HDMI atau High-Definition Multimedia Interface adalah standar peralatan audiovisual modern untuk melewatkan data antarpiranti (misalnya komputer ke televisi) dengan kecepatan 5 GB per detik. Bagaimana memanfaatkan fitur HDMI ini? [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://warungfiksi.net/layar-sempit-bukan-masalah-selama-ada-hdmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Netbook yang Bisa Satu… Dua… Nyala!</title>
		<link>http://warungfiksi.net/netbook-yang-bisa-satu-dua-nyala/</link>
		<comments>http://warungfiksi.net/netbook-yang-bisa-satu-dua-nyala/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 21:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rie Yanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=2359</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis pukul 11 siang, seorang teman menelepon. Dia hendak memesan tiket pesawat Surabaya-Bali untuk berlibur. Bukan hal yang aneh. Warung Fiksi kan secara rutin menulis tentang Indonesia. Blog ini juga mengajak penulis, tak terkecuali orang luar Indonesia, untuk menulis cerita tentang negeri indah ini. Nah, tidak mau sekadar memprovokasi, kami juga merasa perlu untuk memfasilitasi mereka yang ingin berkunjung dan melihat sendiri kekayaan Indonesia. Lahirlah Wufi Travel. Tentu saja bisnis utama kami tetap penulisan. Travel cuma usaha sampingan. Kami bahkan tidak memublikasikan nomor telepon kami untuk jasa ini. Kalaupun menerima telepon dari pelanggan Wufi Travel, biasanya kami memintanya menutup telepon dulu. Ini memberi kami keleluasaan waktu untuk meyalakan komputer dan mengaktifkan internet. Tapi, kali itu teman saya sedang terburu-buru. Lusa dia sudah harus terbang ke Pulau Dewata, atau cutinya akan menjadi sia-sia. Jadi, dia minta saya menyebut angka yang harus dia transfer saat itu juga! Busyet, untung saya tidak sedang sibuk. Untung juga saat itu saya punya mainan baru: netbook Eee PC Flare 1025C. Jika tidak, saya bisa panik karena diburu-buru. Maklum, sekali lagi, travel bukanlah bisnis utama kami. Lho, tapi apa hubungannya antara pesan tiket dengan netbook terbaru produksi ASUS ini? Netbook ini cepat nyalanya, Saudara-saudara. Cukup dua [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://warungfiksi.net/netbook-yang-bisa-satu-dua-nyala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to Write a Memoir</title>
		<link>http://warungfiksi.net/how-to-write-a-memoir/</link>
		<comments>http://warungfiksi.net/how-to-write-a-memoir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 12:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rie Yanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiction]]></category>
		<category><![CDATA[literary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungfiksi.net/?p=2351</guid>
		<description><![CDATA[There are some reasons why people write memoir: sharing their interesting personal life, understanding themselves, creating a legacy to the children or grandchildren, or getting attention from public. Although it talks about yourself, writing memoir is not as easy as you read it. You must show your very interesting moment of life, have knowledge in language and writing, do not expose yourself too much, and be sincere. * * * Pernah terpikir untuk menulis buku memoar? Memoar adalah karya tulis yang berisi sepenggal kisah hidup Anda. Berbeda dengan biografi yang memuat kisah hidup Anda sejak kecil sampai dewasa, memoar hanya memuat sebuah momen atau episode hidup Anda. Misalnya ketika remaja Anda mengidap anoreksia. Nah, kisah selama mengalami anoreksia ini yang Anda tulis dalam memoar. Contohnya seperti 168 Jam dalam Sandera karya Meutya Hafid, Memoar Pulau Buru tulisan Hersri Setiawan, Istanbul, Memories and the City karya Orhan Pamuk, Memoir of A Geisha tulisan Arthur Golden, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu karya Pramoedya Ananta Toer di Pulau Buru. Ada juga memoar yang khusus membahas politik seperti bukunya B. J. Habibie, Detik-detik yang Menentukan. Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuady yang merupakan cerita fiksi juga terkandung memoar di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://warungfiksi.net/how-to-write-a-memoir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

