7 Free Tools of Google for Writers

Google for writersYou must have enjoyed some of Google’s products. Picasa, perhaps? Blogger? YouTube? Google Translate? Android OS? I myself use dozens of Google products in everyday life. For authors, there are seven tools that I recommend: Google Search, Google Docs, Keyword Tool, Google Alerts, Google News, Google Apps and Google+.

* * *

Tahu Google kan? Keterlaluan kalau tidak. Google adalah perusahaan di bidang internet yang berangkat dari layanan gratis. Tapi bermutu. Maka tak heran bila netizen semakin tergantung pada produk-produk Google. Sampai-sampai ada cerita, suatu hari server Gmail ngadat selama beberapa jam. Ribuan makian dan protes pun melayang melalui Twitter, email dan telepon. Orang-orang itu tak habis pikir, kok bisa-bisanya perusahaan sekelas Google mengalami gangguan server!

Lalu, apa jawaban Google? Sederhana. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Lebih lanjut, kami akan mengembalikan uang Anda sekarang juga.”

Barulah para pemrotes itu sadar bahwa mereka tidak pernah membayar sepeser pun pada Google. Hahaha! Saya tidak tahu ini kisah nyata atau cuma anekdot. Tapi inilah yang terjadi, kita memang terlanjur dimanjakan oleh produk-produk Google, sampai merasa bahwa kita telah mengeluarkan uang untuk produk-produk berkualitas ini. Padahal tidak! Sejak dulu, Google identik dengan yang gratis-gratis.

Anda juga pasti sudah menikmati beberapa kan? Picasa, mungkin? Blogger? YouTube? Google Translate? OS Android? Saya sendiri memanfaatkan belasan produk Google dalam keseharian. Tapi khusus untuk penulis, ada tujuh tools yang saya rekomendasikan:

(1) Google Search

Saya pernah menantang teman-teman programmer untuk membuat fitur search yang algoritma dan hasil pencariannya mendekati Google. Semua geleng-geleng. Kata mereka, meski untuk local search di sebuah situs, itu sangatlah rumit. WordPress Engine saja belum mampu.

Itulah kenapa, sampai detik ini Google adalah search engine terhebat. Beberapa kali algoritmanya diganti, beberapa kali orang kecewa dan bersungut, tapi toh para webmaster itu selalu mencatat dengan cermat kemauan Google dan mematuhinya. Sungguh berwibawa Uncle Google ini!

(2) Google Docs

Bayangkan bila Word, Spreadsheet, Presentation, Drawing, dan program-program semacamnya bisa diakses di mana saja, di-share bersama tim, dan diedit bersama. Bayangkan program-program Office Anda terletak di server awan internet (Cloud Computing). Itulah Google Docs! Melalui tool ini, Anda bisa brainstorming tanpa harus bertatap muka, juga berkolaborasi di bidang penulisan.

Saya menggunakan tool ini ketika menulis Satin Merah bersama Rie Yanti. Dengan Calendar-nya, saya pun bisa tahu kapan rekan saya yang terpisah ribuan kilo itu lagi meeting, ada di rumah, atau sedang di lapangan.

(3) Keyword Tool

Tool yang berguna untuk meriset keyword ini sebenarnya diciptakan Google untuk memfasilitasi calon pengiklan AdWord. Namun bisa kita manfaatkan meski tak ada niat memasang iklan. Misalkan Anda ingin menulis e-book, tapi tidak tahu tema apa yang sedang dicari-cari orang. Nah, mulailah dengan memasukkan kata “e-book”.

Kalau pembaca sasaran Anda adalah orang Indonesia dan berbahasa Indonesia, sorotilah “Indonesia” di kolom Locations dan Languages. Klik “Search”, maka akan muncul daftar keywords “e-book” beserta rata-rata banyaknya orang yang mencari keywords itu dalam sebulan. Semakin besar angkanya, berarti semakin banyak orang yang butuh tahu tentang itu. Klik pilihan Google Insight di dekat setiap keywords, Anda pun bisa melihat grafik pasang-surut keywords itu sejak 2004. Jadi Anda tahu, keywords ini sudah lama dicari-cari orang di internet atau baru di tahun-tahun tertentu saja.

(4) Google Alerts

Ini adalah tool yang paling populer untuk memonitor social media, menurut survei Webliquid 2011. Tidak hanya social media, sebenarnya melalui Google Alerts kita bisa memantau apapun di internet: news, blogs, videos, discussions, dan tentu saja books.

Umpamanya, buku Anda berjudul Secret of Love. Masukkan saja kata kunci itu di kolom pencariannya. Berlanggananlah alert itu, sehingga Anda akan di-email setiap kali kata-kata itu muncul di jagat internet. Jadi, Anda bisa terus apdet dengan komentar-komentar terbaru orang tentang buku tersebut.

(5) Google News

Apapun spesies Anda sebagai penulis, mengetahui hal-hal terbaru di suatu bidang tentu merupakan nilai tambah. Perkaya karya Anda dengan informasi-informasi aktual. Misalnya, Anda sedang menulis skenario film tentang orang gila. Maka Anda cukup memasukkan keywords “orang gila” dan membaca berita-berita terbarunya. Apa saja kelakuan ekstrimnya? Bagaimana tren perawatannya? Apakah pemerintah peduli? Apakah orang-orang sekitar punya rencana melenyapkannya?

Jangan berhenti di situ, karena konten-konten baru akan segera menyusul. Sekalian saja berlangganan feed-nya. Sehingga Anda takkan ketinggalan berita untuk mendukung riset cerita Anda yang bertokohkan orang gila itu.

(6) Google Apps

Rasanya, kegunaan Google Apps sama dengan beberapa tools di atas. Kenapa tetap saya masukkan di sini? Karena kemampuan Google Apps menciptakan email dengan domain sendiri. Saya yang ingin membuat email brahm@warungfiksi.net jadi tak perlu menginstal SquirelMail atau RoundCube (program-program email open source) yang minimalis itu. Tidak perlu pula menyediakan space untuk mailbox email-email @warungfiksi.net, sebab Google dengan baik hati memberi kapasitas 7GB per akun email. Batasan untuk setiap domain adalah 10 akun.

Bayangkan Anda mempunyai email seperti pembicara@domainanda.com, penulis@domainanda.com, pesanbuku@domainanda.com, dsb. Terlihat lebih profesional, bukan? Oh ya, tiap email ini nantinya juga memiliki fitur-fitur persis Gmail: Gtalk, video chat, kirim SMS gratis, dan integrasi dengan produk-produk Google lainnya.

(7) Google+

Pada akhirnya, Anda perlu bersosialisasi, bukan? Nah, Google+ inilah salah satu medianya. Yang menonjol dari Google+ adalah fitur Circle dan Hangouts. Circle adalah penggolongan friend/follower/following. Sedangkan Hangouts adalah chatting video yang terintegrasi dengan produk-produk Google lainnya, sehingga Anda bisa melakukan meeting online dengan para plusers, sambil mempresentasikan video (YouTube) atau media-media lainnya.

Anda mungkin mengeluh, “Google+ nggak seseru Facebook, ah!” Benar. Namun Google+ adalah milik Google, yang selain terintegrasi dengan tools lain juga menguasai jalur pencarian di dunia maya. Belakangan, Google memasukkan kriteria +1 di situs-situs sebagai parameter perankingan situs untuk SERP (Search Engine Result Page). Kalau sudah begini, para webmaster mau tak mau harus memanfaatkan widget atau plugin +1 supaya situsnya tidak terlempar dari SERP. Sementara Like-nya Facebook atau Fav-nya Twitter tidak terlalu berpengaruh dalam SERP. Yang punya aturan SERP Google kan memang Google.

* * *

Oke, itu tujuh tools gratisan yang bisa kita optimalkan sebagai penulis. Saya tidak menjelaskannya detail. Karena, bukankah lebih asyik menjelajahi sendiri potensi tujuh tool yang menakjubkan ini?

6 Replies to “7 Free Tools of Google for Writers”

  1. Rie Yanti

    Kapan Google+ bisa sepopuler social media lainnya yg udah muncul lebih dulu? Biasanya kan kalo ada yg sesuatu yg baru orang2 pada ninggalin yg lama & pake yg baru. Lha, Google+ ini masih belum banyak peminatnya.

    Reply
  2. Brahmanto Anindito Post author

    @Cherie: Gak tahu. Sepertinya FB masih terlalu kuat. Tp Google pastinya nggak diem aja lihat produk social medianya (sekali lagi) jd pecundang. Pasti mrk sedang menyiapkan “sesuatu”.

    @Aleena: Karena Google Translate lbh tepat disebut sbg tool translator daripada tool penulis. *Ngeles*

    Reply
  3. Brahmanto Anindito Post author

    Waah, kalau gitu kurang dong: Youtube, since the writer needs audio-visual entertainment. Blogger, since the writer needs a blog. Panoramio, since the writer needs some pics. De el el :))

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge