3 Things to Build Your Personal Library

Personal libraryDo you want to share books and knowledge to others? To organize your reading materials? To familiarize your family (especially children in the house) to see and to love books? To be considered as an intellect? Whatever it is, build a personal library is indeed a good idea. And here are things you need to think before:

  1. Room. You need to consider a room which is spacious enough to put the cabinets, tables, chairs, and for few people to pass by within. Provide some good ventilation as well.
  2. Cabinet. Choose cabinets in shelves model, not a wardrobe model, so fit to put your book collection and easy to classify.
  3. Archiving. Record your entire collection at least: title, author, publisher, published years, genre, brief description, date purchased/acquired, and library code.

* * *

Apa alasan orang ingin membuat perpustakaan pribadi? Untuk berbagi buku atau ilmu? Untuk menata bahan-bahan bacaan sehingga sewaktu-waktu hendak meriset jadi mudah? Untuk membiasakan keluarga (terutama anak kecil) melihat dan mencintai buku? Untuk kelihatan intelek? Kalau alasan saya sih, semua itu sekaligus, hahaha.

Yang jelas, saya pikir membuat perpustakaan pribadi itu ide yang bagus, apapun motivasi Anda. Tak perlu membayangkan perpustakaan itu harus besar dengan koleksi buku yang lengkap. Anda pun dapat membuat perpustakaan dengan koleksi buku yang ada sekarang. Dan inilah tiga hal yang perlu Anda perhatikan.

Ruangan

Jangan berpikir bahwa perpustakaan pribadi harus dibangun di ruang atau bahkan gedung khusus. Hanya bermodalkan lemari pun sebenarnya bisa. Letakkan lemari itu di ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga atau dimana saja. Tapi bila Anda ingin membuat perpustakaan terbuka (teman-teman atau tetangga bisa dengan mudah berkunjung dan membaca), jelas Anda butuh ruangan khusus. Dan apapun pilihannya, Anda harus mulai berpikir perluasan perpustaaan secara berkala.

Yang perlu Anda perhatikan dalam memilih ruangan adalah luas yang harus cukup untuk menampung lemari, meja, kursi dan beberapa orang. Hindari ruangan yang letaknya rendah, agar perpustakaan Anda tidak kebanjiran ketika hujan. Pastikan juga ventilasinya baik. Udara segar baik buat buku maupun orang.

Lemari

Pilihlah lemari dengan model rak-rak, bukan model lemari pakaian, supaya pas untuk meletakkan koleksi buku Anda dan mengklasifikasikannya. Lemari yang terbuat dari kayu yang tahan lama dan tahan rayap tentu yang terbaik. Tapi jika berbujet kecil, Anda dapat membuatnya sendiri, semampu Anda. Pokoknya yang tertutup dari debu.

Lebih cantik bila ada kaca yang memungkinkan orang melihat koleksi-koleksi buku dari luar meskipun lemari dalam keadaan tertutup. Kalau tempat Anda langganan banjir, antisipasilah dengan lemari yang berkaki.

Arsip

Sebaiknya Anda mencatat seluruh buku koleksi perpustakaan, supaya segera tahu bila ada yang hilang. Alih-alih mencatat di buku, saya sarankan gunakan komputer, agar Anda bisa melakukan prosedur searching dengan cepat. Informasi yang perlu dicatat setidaknya: judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, genre, deskripsi singkat, tanggal dibeli/didapat, dan kode. Anda bisa menempeli punggung buku dengan kode yang telah Anda tentukan sendiri. Bebas saja.

Jika Anda berniat meminjam-minjamkan koleksi Anda kepada orang lain, sebaiknya Anda juga menyediakan catatan khusus tentang buku apa saja yang dipinjam, kapan, dan oleh siapa, lengkap dengan alamat dan nomor teleponnya. Tapi kalau saya, takkan mau meminjamkan! Saya memang pelit untuk urusan ini, hehehe. Mau baca, baca saja di tempat.

Setelah tiga hal itu terpenuhi, seiring dengan waktu, yang perlu Anda pikirkan kemudian adalah pengembangannya. Misalnya, penambahan koleksi bukunya, ruangannya (kalau semakin penuh bagaimana?), kenyamanannya (perlukah menambah AC untuk mengurangi debu, sofa untuk membaca santai, dispenser untuk menyuplai air panas/dingin bagi pembaca?), dan seterusnya. Selamat merancang perpustakaan sendiri!

6 comments for “3 Things to Build Your Personal Library

  1. Rie
    October 7, 2011 at 12:40

    Pernah denger, “Orang yg pinjem buku itu gila. Lebih gila lagi orang yg meminjamkan buku.”

    Aku tambahkan dgn tips menyimpan buku ya:
    1) Selesai dibaca atau digunakan, buku simpan kembali pada tempatnya. Supaya rumah atau perpustakaan nggak berantakan
    2) Buku nggak boleh dilipet. Kalo menandai halaman, gunakan pembatas halaman (yg dari kertas itu).
    3) Rak dikasih kamper supaya nggak ada ngengat atau serangga lain yang bisa merusak buku.
    4) Pisahkan buku sesuai jenisnya. Biar nggak susah nyari.

    Buku juga sebaiknya disampul plastik dan jangan ditaruh di meja yg ada makanan atau minumannya.

    Sekian dan semoga berguna. :)

  2. October 7, 2011 at 15:58

    klau ane taruh lemari rak kecil di samping komputer/ laptop sehingga mudah untuk di baca ulang lagi apabila lupa…:)
    PT. USAHA SAUDARA MANDIRI´s last blog post ..Sitemap PT. Usaha Saudara Mandiri

  3. October 7, 2011 at 16:20

    Cherie: Mantap!

    PT Usaha: Yap, memang harusnya deket dg tempat kerja.

  4. October 10, 2011 at 09:02

    good morning. it’s outstanding info for my future library.

  5. December 13, 2014 at 19:49

    buku saya selalu di dalam kardus :-D
    kusnendar.web.id´s last blog post ..Apa Itu fps (Frame per Second) di Game Komputer?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge