3 Hal untuk Membuat Perpustakaan Pribadi

3 Hal untuk Membuat Perpustakaan Pribadi

Apa alasan orang ingin membuat perpustakaan pribadi? Untuk berbagi buku atau ilmu? Untuk menata bahan-bahan bacaan sehingga sewaktu-waktu hendak meriset jadi mudah? Untuk membiasakan keluarga (terutama anak) melihat dan mencintai buku? Untuk kelihatan intelek?

Yang jelas, membuat perpustakaan pribadi adalah ide yang bagus, apapun motivasi Anda. Tak perlu membayangkan perpustakaan itu harus besar dengan koleksi buku yang lengkap. Anda dapat membangun perpustakaan dengan koleksi buku yang ada sekarang. Dan inilah tiga hal yang perlu Anda perhatikan.

1. Ruangan Perpustakaan Pribadi

Jangan berpikir bahwa perpustakaan pribadi harus dibangun di ruang atau bahkan gedung khusus. Hanya bermodalkan lemari pun sebenarnya bisa. Letakkan lemari itu di ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga atau dimana saja.

Namun, bila Anda ingin membuat perpustakaan terbuka (teman-teman atau tetangga boleh berkunjung dan ikut membaca), jelas Anda butuh ruangan khusus. Apapun pilihannya, Anda harus mulai berpikir perluasan perpustaaan tersebut secara berkala.

Yang perlu Anda perhatikan dalam memilih ruangan adalah luas yang harus cukup untuk menampung lemari, meja, kursi, dan beberapa orang. Hindari ruangan yang letaknya rendah, agar perpustakaan Anda tidak kebanjiran ketika hujan. Pastikan juga ventilasinya baik. Udara segar baik buat buku maupun orang.

2. Lemari Buku untuk Perpustakaan Pribadi

Pilihlah lemari dengan model rak-rak, bukan model lemari pakaian. Ini supaya pas untuk meletakkan koleksi buku Anda dan mengklasifikasikannya.

Lemari yang terbuat dari kayu yang tahan lama dan tahan rayap tentu yang terbaik. Namun, jika bujetnya kecil, Anda dapat membuatnya sendiri semampu Anda. Pokoknya, yang tertutup dari debu. Terlebih bila perpustakan tersebut letaknya di ruang terbuka.

Lebih cantik bila ada kaca yang memungkinkan orang melihat koleksi-koleksi buku dari luar meskipun lemari dalam keadaan tertutup.

Satu lagi, bila tempat Anda langganan banjir atau bencana lain, antisipasilah dengan lemari yang berkaki atau beroda.

3. Sistem Pengarsipan Buku-buku

Sebaiknya, Anda mencatat seluruh buku koleksi perpustakaan, supaya segera tahu bila ada yang hilang. Alih-alih mencatat di buku, saya sarankan gunakan komputer, agar Anda bisa melakukan prosedur penelusuran cepat.

Informasi yang perlu dicatat setidaknya: judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, genre, deskripsi singkat, tanggal dibeli/didapat, dan kode. Anda bisa menempeli punggung buku dengan kode yang telah Anda tentukan sendiri. Bebas saja.

Jika Anda berniat meminjam-minjamkan koleksi Anda kepada orang lain, sebaiknya sediakan juga catatan khusus tentang buku apa saja yang dipinjam, kapan, dan oleh siapa, lengkap dengan alamat dan nomor teleponnya.

Setelah tiga hal di atas terpenuhi, seiring dengan waktu, yang perlu Anda pikirkan kemudian adalah pengembangannya. Misalnya:

  • Penambahan koleksi buku
  • Perluasan ruangan (sebagai konsekuensi penambahan buku)
  • Kenyamanannya, seperti AC untuk mengurangi debu, sofa untuk tempat membaca santai, dispenser untuk menyediakan air minum panas/dingin bagi kita atau pembaca
  • Dan seterusnya.

Sungguh menantang kreativitas, bukan? Nah, selamat membangun perpustakaan sendiri!

BAGIKAN HALAMAN INI DI

8 thoughts on “3 Hal untuk Membuat Perpustakaan Pribadi”

  1. Pernah denger, “Orang yg pinjem buku itu gila. Lebih gila lagi orang yg meminjamkan buku.”

    Aku tambahkan dgn tips menyimpan buku ya:
    1) Selesai dibaca atau digunakan, buku simpan kembali pada tempatnya. Supaya rumah atau perpustakaan nggak berantakan
    2) Buku nggak boleh dilipet. Kalo menandai halaman, gunakan pembatas halaman (yg dari kertas itu).
    3) Rak dikasih kamper supaya nggak ada ngengat atau serangga lain yang bisa merusak buku.
    4) Pisahkan buku sesuai jenisnya. Biar nggak susah nyari.

    Buku juga sebaiknya disampul plastik dan jangan ditaruh di meja yg ada makanan atau minumannya.

    Sekian dan semoga berguna. ­čÖé

    Reply
  2. Salah satu keinginanku yang belum tercapai, membuat perpustakaan pribadi.

    Iri rasanya melihat orang yang memiliki waktu luang untuk membaca berbagai buku, sementara kita sibuk dengan urusan yang tidak ada ujungnya. Sudah melakukan berbagai cara untuk menggapai itu semua, namun konistensi menjadi alasan utama kegagalan dalam melakukan hal tersebut..

    Reply

Leave a Comment

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No right-click, please!